SN-Media™ Ngawi – Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, setiap bulan menanggung rata-rata 32 hingga 35 ton sampah, yang didominasi limbah rumah tangga dari kawasan permukiman perkotaan maupun desa penyangga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Ngawi, Bulkis Hani Restu Luhur, menyampaikan bahwa daya tampung TPA Selopuro saat ini masih relatif aman untuk menyangga beban sampah dalam rentang waktu yang cukup panjang.“Dengan kondisi operasional yang berjalan sekarang, usia layanan diperkirakan masih mampu bertahan sekitar sepuluh tahun ke depan, sambil terus ditekan melalui pengurangan timbulan dan penguatan program pengelolaan berkelanjutan dari hulu,” terangnya.
Bulkis menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan target pengurangan residu secara bertahap, hingga cita-cita zero waste yang dicanangkan daerah pada 2040, dengan menempatkan pengolahan awal sebagai kunci pengendalian beban lingkungan.
Jenis sampah yang paling mendominasi berasal dari rumah tangga, baik organik maupun anorganik, yang dalam beberapa tahun terakhir telah dipilah sejak sumber, kemudian diproses lanjutan di area pengelolaan.
“Di lokasi pengolahan, keberadaan pemulung turut berperan memilah material bernilai, memperpanjang umur layanan, sekaligus membuka ruang ekonomi sirkular yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan cara pandang menjadi kunci utama, sebab sampah memiliki nilai ekonomi ketika dikelola secara tepat, mulai dari kompos dan pupuk organik cair berbahan fraksi organik, hingga daur ulang material anorganik.
Untuk mendukung kebersihan lingkungan, DLH Ngawi juga merencanakan penambahan landasan kontainer di sejumlah titik pengumpulan, sehingga alur pengangkutan dari masyarakat menuju lokasi akhir menjadi lebih tertib dan efisien.
Selain itu, melalui SE Bupati Ngawi tentang Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah, aparatur sipil negara didorong menjadi teladan, dengan imbauan membawa tumbler dan wadah pakai ulang, mengurangi kemasan plastik dan styrofoam, serta mengutamakan bahan ramah lingkungan.
“Upaya ini diharapkan menumbuhkan budaya bertanggung jawab menuju Ngawi yang bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News
Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM