media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 24 Januari 2026

Angin Kencang Trenggalek Tumbangkan Trembesi, Jalur Nasional Durenan Sempat Lumpuh

Angin Kencang Trenggalek Tumbangkan Trembesi, Jalur Nasional Durenan Sempat Lumpuh

SN-Media™ Trenggalek – Hembusan angin kencang melanda Kabupaten Trenggalek dan menyebabkan pohon trembesi berukuran besar tumbang, menutup total Jalan Nasional Durenan–Trenggalek, tepatnya di Desa Pandean, Kecamatan Durenan, Sabtu (24/01/2026).

Peristiwa tersebut terjadi secara mendadak saat arus lalu lintas masih ramai. Batang pohon roboh melintang di tengah badan jalan, membuat kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas sama sekali. 

Tumbangnya pohon trembesi turut menimpa sejumlah kendaraan yang melintas, di antaranya satu truk bermuatan pasir, sebuah mobil pribadi, serta sepeda motor milik warga sekitar lokasi kejadian. 

Selain merusak kendaraan, kejadian ini juga berdampak pada terputusnya jaringan kabel listrik di sekitar lokasi, sehingga kondisi jalan semakin berbahaya dan rawan bagi pengguna jalan. 

Mendapat laporan warga, Koramil 0806-03/Durenan bersama Polsek Durenan dan BPBD Kabupaten Trenggalek bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan area. 

Petugas gabungan segera mengatur lalu lintas dan mensterilkan lokasi guna mencegah potensi kecelakaan susulan, mengingat posisi pohon menutup penuh seluruh badan jalan nasional. 

Bati Tuud Koramil 0806-03/Durenan, Peltu Wasito, menyampaikan bahwa pohon trembesi roboh tepat di tengah jalur utama sehingga arus lalu lintas dari dua arah sempat terhenti total. 

“Pohon tumbang ini mengenai truk pasir dan sepeda motor, serta memutus kabel listrik. Kondisi cukup berisiko, sehingga evakuasi segera kami lakukan bersama unsur terkait,” terang Peltu Wasito. 

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong menggunakan gergaji mesin, sabit, dan peralatan seadanya. Meski medan cukup berat, petugas bekerja sigap agar jalan segera dapat dilalui kembali. 

Sinergi TNI, Polri, BPBD, dan warga sekitar tampak solid selama penanganan berlangsung. Warga turut membantu menyingkirkan dahan serta membersihkan sisa material pohon.

Dalam kejadian tersebut, seorang pengendara sepeda motor bernama Saiful Amin mengalami sesak napas akibat benturan setir dan langsung dilarikan ke Puskesmas Durenan untuk mendapatkan perawatan. 

Kerugian materiil meliputi kerusakan kaca depan truk pecah, pintu kanan melengkung, spion rusak, serta sepeda motor korban mengalami kerusakan bodi dan rangka bengkok. 

Peltu Wasito mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem dan segera melaporkan potensi bahaya demi keselamatan bersama.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 23 Januari 2026

Di 2026, Dinas Perkim Ngawi Proses Appraisal Lahan Makam Baru Wilayah Kota

Di 2026, Dinas Perkim Ngawi Proses Appraisal Lahan Makam Wilayah Kota

SN-Media™ Ngawi - Pemkab Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menyiapkan pengadaan lahan pemakaman umum baru guna mengatasi kepadatan makam di empat kelurahan wilayah kota.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, menyebut lahan yang direncanakan berada di Kelurahan Margomulyo dengan luas sekitar 1,8 hektare untuk menambah daya tampung pemakaman. 

Dengan luasan tersebut, lahan baru diperkirakan mampu menampung hingga 3.000 makam, sehingga diharapkan dapat menjawab kebutuhan pemakaman warga dalam beberapa tahun ke depan. 

“Empat kelurahan yang akan dilayani meliputi Ketanggi, Margomulyo, Pelem, dan Karangtengah, karena kondisi lahan pemakaman di wilayah itu sudah penuh,” ujar Maftuh, Jumat (23/01/2026). 

Menurut dia, pengadaan lahan dilakukan agar pelayanan pemakaman tetap berjalan tertib, sekaligus mencegah penumpukan antrean pemakaman yang kerap terjadi saat kebutuhan meningkat. 

Saat ini, proses pengadaan tanah masih berada pada tahapan penunjukan langsung appraisal untuk penilaian harga tanah, sebagai dasar perhitungan nilai pembelian yang akan diajukan. 

“Setelah penilaian selesai, kami menargetkan pada Maret hingga April sudah bisa masuk tahap pembayaran, sepanjang proses likuidasi dan persetujuan dengan pemilik tanah berjalan lancar,” tambahnya. 

Pemkab Ngawi menekankan bahwa seluruh tahapan akan mengikuti ketentuan pengadaan tanah, mulai dari appraisal, negosiasi harga, hingga penetapan kesepakatan dengan pemilik lahan. 

Dengan tambahan lahan ini, Pemkab Ngawi optimistis kebutuhan pemakaman dapat tertangani lebih tertib, sambil menunggu evaluasi berkala terhadap kapasitas dan kebutuhan jangka menengah.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News 

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 22 Januari 2026

Uji Coba Retribusi Pasar Besar Ngawi Direncanakan 2026, Aset Masih Tahap Proses

Uji Coba Retribusi Pasar Besar Ngawi Direncanakan 2026, Aset Masih Tahap Proses

SN-Media™ Ngawi - Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai mematangkan rencana penerapan retribusi Pasar Besar Ngawi ( PBN), sebagai bagian penataan pengelolaan pasar dan penguatan pendapatan daerah berkelanjutan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, menyampaikan uji coba retribusi direncanakan mulai 2026, mengikuti arahan Kementerian Keuangan serta mempertimbangkan kesiapan teknis lapangan. 

“Penerapan ini tidak langsung penuh, tetapi melalui tahap uji coba agar sistem berjalan tertib dan pedagang dapat menyesuaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/01/2026). 

Tahap uji coba diproyeksikan menjadi ruang evaluasi kesiapan pengelolaan, kepatuhan pedagang, serta dampak ekonomi, sehingga kebijakan tidak menimbulkan gejolak dan tetap berpihak pada aktivitas perdagangan. 

Sementara, proses pengalihan aset PBN hingga kini masih berlangsung di Kementerian Pekerjaan Umum, seiring adanya perubahan nomenklatur yang membutuhkan penyesuaian administrasi lintas instansi. 

Pemkab Ngawi memastikan proses pengalihan tersebut terus dikawal agar segera tuntas, demi memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangan fasilitas pasar ke depan. 

Penerapan retribusi diarahkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus mengoptimalkan pembiayaan perawatan sarana prasarana, kebersihan, serta kenyamanan lingkungan perdagangan rakyat. 

Dengan dukungan pendanaan yang lebih terukur, pengelolaan pasar diharapkan semakin profesional, responsif, dan mampu meningkatkan kualitas layanan publik bagi pedagang maupun pengunjung. 

Nilam pun menegaskan, sebelum kebijakan diberlakukan, pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi menyeluruh kepada para pedagang dan pemangku kepentingan terkait. 

“Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu agar pedagang memahami tujuan dan mekanismenya, sekaligus membuka ruang dialog,” Pungkasnya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : DokM
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 21 Januari 2026

Peta Seribu Ngawi Jaga Ruas Jalan Kabupaten Tetap Aman dan Nyaman

Peta Seribu Ngawi Jaga Ruas Jalan Kabupaten Tetap Aman dan Nyaman

SN-Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan melalui Program Peta Seribu (Pemangkasan Tanaman Setiap Hari Rabu), yang dilaksanakan rutin setiap Rabu di ruas jalan kabupaten.

Program tersebut dijalankan oleh Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ngawi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan lalu lintas akibat keberadaan pohon peneduh jalan. 

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, PLN, Tekom, hingga OPD lain yang disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, mengatakan pemangkasan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pohon yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. 

“Pruning kami lakukan berdasarkan kondisi di lapangan, baik memangkas ranting yang menghalangi jalan maupun menebang pohon yang dinilai rawan tumbang,” ujar Fauzi, Rabu (21/01/2026). 

Ia menegaskan, pemangkasan difokuskan pada dahan yang menjulur ke badan jalan, sementara penebangan dilakukan terhadap pohon yang posisinya dinilai membahayakan, terutama saat cuaca ekstrem. 

“Kayu hasil penebangan tidak dibiarkan terbengkalai. Material tersebut diserahkan kepada pemerintah desa setempat agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya. 

Disinggung terkait penentuan lokasi, Fauzi menyebut kegiatan tersebut bersumber dari laporan warga serta hasil pemantauan rutin kondisi jalan kabupaten oleh petugas Bina Marga. 

“Jika ditemukan pohon yang dinilai berisiko, lokasi tersebut akan segera dijadwalkan untuk penanganan agar tidak menimbulkan gangguan maupun kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya. 

Melalui pelaksanaan Peta Seribu yang dilakukan secara rutin dan terjadwal, Pemkab Ngawi berharap kondisi ruas jalan kabupaten tetap terjaga, aman dilalui, serta mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 20 Januari 2026

Fiskal Desa Ngawi 2026 Tertekan, Dana Desa dan ADD Sama-sama Susut

Fiskal Desa Ngawi 2026 Tertekan, Dana Desa dan ADD Sama-sama Menyusut

SN-Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai menyiapkan langkah penyesuaian kebijakan desa menyusul perubahan pagu Dana Desa tahun anggaran 2026 yang disampaikan Kementerian Keuangan melalui sosialisasi daring bersama seluruh daerah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ngawi, Budi Santoso, menjelaskan berdasarkan data APBN 2026, alokasi Dana Desa untuk Ngawi tercantum sebesar Rp190 miliar, turun dari pagu 2025 sebesar Rp224 miliar. 

“Penurunan tersebut mencapai sekitar 15,18 persen dan berdampak langsung pada ruang fiskal desa. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pengelolaan anggaran tetap tepat sasaran dan akuntabel,” terang Budi, Selasa (20/01/2026). 

Dia mengungkapkan, pada akhir 2025 Direktorat Jenderal Keuangan telah menginformasikan bahwa pagu Dana Desa reguler atau allocated untuk Ngawi hanya sebesar Rp72 miliar. 

“Selisih antara pagu APBN Rp190 miliar dan pagu allocated Rp72 miliar menjadi dasar kebijakan baru, yakni dialokasikan sebagai Dana Desa untuk program Koperasi Desa Merah Putih,” tambahnya. 

Masih menurutnya, dengan skema tersebut, DD yang benar-benar diterima dan dicantumkan dalam APBDes 2026 hanya Rp72 miliar. Artinya, setiap dari 213 desa yang ada di Ngawi memperoleh sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta. 

Pun ditegaskanya, penggunaan DD tetap mengacu Permendes Nomor 15 Tahun 2025, dengan prioritas ketahanan sosial seperti BLT, ketahanan pangan, Program Kampung Iklim (ProKlim), serta kegiatan padat karya. 

Namun demikian, keterbatasan anggaran membuat ruang belanja desa semakin sempit. Pemerintah desa diharapkan lebih selektif dalam menetapkan program, terutama yang bersifat wajib dan menyentuh kebutuhan dasar warga. 

Untuk kegiatan infrastruktur fisik, Budi menyebut tidak banyak harapan dapat direalisasikan secara optimal. Anggaran yang tersedia diperkirakan hanya cukup menopang kegiatan rutin desa. Kegiatan tersebut antara lain operasional Posyandu, honor guru PAUD, serta pembiayaan layanan dasar yang tidak mungkin ditunda pada tahun anggaran 2026. 

Selain Dana Desa, Budi juga menyinggung Anggaran Dana Desa (ADD) yang mengalami penurunan. Pada 2025, ADD Ngawi mencapai Rp140 miliar, sementara 2026 turun menjadi Rp113 miliar. 

“Penurunan ADD tersebut sekitar 19,29 persen, dipengaruhi merosotnya Transfer ke Daerah. Kondisi ini membuat APBD Ngawi harus melakukan penyesuaian agar keberlangsungan pelayanan desa tetap terjaga,” pungkanya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News 

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 19 Januari 2026

DLH Ngawi Rencana Tambah Tiga Desa ProKLim Usai Raih Prestasi JECA 2025

DLH Ngawi Rencana Tambah Tiga Desa ProKLim Usai Raih Prestasi JECA 2025

SN-Media™ Ngawi - Program Kampung Iklim atau ProKLim di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan geliat positif sepanjang 2025, sekaligus membuka peluang penambahan desa baru pada tahun mendatang melalui pembinaan berjenjang oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Ngawi, Tri Yuni Widayati, menyampaikan bahwa keberhasilan sejumlah wilayah meraih penghargaan provinsi menjadi pijakan kuat untuk memperluas cakupan ProKLim di desa lain. 

Capaian tahun ini menjadi modal penting. Kami menyiapkan penambahan tiga desa baru agar gerakan ProKLim semakin merata,” ujar Yuni saat dikonfirmasi, Senin, (19/01/2026). 

Sejumlah wilayah sebelumnya berhasil mengantongi Sertifikat ProKLim Utama pada ajang Jatim Environment Community Award (JECA) 2025, yakni Dusun Basri Desa Sidorejo Kecamatan Kendal, Dusun Kedungrejo 2 Desa Guyung Kecamatan Gerih, serta lingkungan RT 03 Kelurahan Margomulyo Kecamatan Ngawi. 

Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi warga dalam menjalankan aksi adaptasi dan mitigasi iklim secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagi desa lain yang tengah disiapkan mengikuti ProKLim. 

“Tahun 2026, kami mengarahkan pembinaan ke Desa Munggut, Desa Jogorogo, dan Desa Ngrendeng. Saat ini masih tahap koordinasi dan pemetaan kesiapan,” jelasnya. 

Tambahnya, kesiapan desa menjadi faktor penting sebelum diusulkan mengikuti penilaian ProKLim, mulai dari pengelolaan sampah, ketersediaan sarana pendukung, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan lingkungan. 

Program ProKLim sendiri mencakup berbagai aksi penyesuaian dampak iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca, seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, komposting, bank sampah, penghijauan, hingga pertanian rendah emisi. 

Selain itu, masyarakat juga didorong menerapkan penghematan energi, penggunaan transportasi ramah lingkungan, serta upaya pencegahan bencana seperti banjir dan kekeringan secara gotong royong di tingkat desa. 

Dapat disampaikan, dalam skema ProKLim, desa dapat naik jenjang dari Pratama, Madya, Utama, hingga Lestari sebagai tingkat tertinggi yang menunjukkan kemandirian sekaligus kemampuan membina wilayah lain. 

“Fokus kami bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi membangun kesadaran warga agar peduli perubahan iklim menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegas Yuni. 

Sementara itu, JECA 2025 terbagi dalam empat kategori, yakni Sekolah Adiwiyata, Eco Pesantren, Program Kampung Iklim, serta Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup atau PFLH. 

DLH Ngawi berharap, penambahan tiga desa ProKLim pada tahun ini (2026) mampu memperkuat jejaring kampung iklim, sehingga aksi lingkungan benar-benar tumbuh dari desa dan berkelanjutan untuk masa depan daerah.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok DLH Ngawi
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 18 Januari 2026

Festival Sholawat TNI–Polri di Malang, Kodim Tulungagung Tunjukkan Prestasi Religius

Festival Sholawat TNI–Polri di Malang, Kodim Tulungagung Tunjukkan Prestasi Religius

SN-Media™ Malang - Festival ke-8 Sholawat Khusus TNI–Polri se-Jawa Timur kembali digelar di Yayasan Darul Hikmah An-Nawawi, Bandungkebonsari, Sukun, Kota Malang, menghadirkan nuansa religius penuh kekhidmatan, Minggu (18/01/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut menjadi magnet silaturahmi aparatur negara, sekaligus ruang ekspresi seni islami prajurit dan anggota kepolisian dari berbagai satuan wilayah di Jawa Timur. 

Kodim 0807/Tulungagung turut ambil bagian dalam agenda tahunan ini dengan mengirimkan personel terbaik serta Tim Hadrah Nurul Islam yang dikenal solid dalam lantunan sholawat bernuansa tradisi pesantren. 

Partisipasi Kodim Tulungagung diwujudkan melalui keikutsertaan dua personel, PNS Fahrodin Saeroji dan Sertu M. Munir, pada cabang lomba Bilal yang diikuti perwakilan TNI–Polri se-Jawa Timur. 

Sementara itu, Tim Hadrah Nurul Islam Kodim 0807/Tulungagung yang beranggotakan 20 personel tampil penuh penghayatan, bersaing dengan sejumlah tim hadrah lain dalam festival sholawat bernilai dakwah tersebut. 

Penampilan yang kompak, suara harmonis, serta penghayatan mendalam terhadap syair sholawat menjadi kekuatan utama tim hadrah Kodim Tulungagung dalam menarik perhatian dewan juri. 

Berkat kualitas vokal dan kekhusyukan sajian, Tim Hadrah Nurul Islam Kodim 0807/Tulungagung sukses meraih Juara II kategori Suara Terbaik dalam festival sholawat tingkat provinsi tersebut. 

Pada cabang lomba Bilal, Sertu M. Munir bersama PNS Fahrodin Saeroji juga menorehkan hasil membanggakan dengan meraih Juara Harapan di tengah persaingan ketat antar satuan. 

Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh. Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan prestasi anggotanya dalam ajang bernuansa keagamaan tersebut. 

“Capaian tersebut mencerminkan keseimbangan prajurit dan PNS TNI antara profesionalisme tugas serta penguatan nilai spiritual dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Dandim. 

Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemantik semangat seluruh anggota untuk terus mengembangkan potensi, baik dalam bidang kedinasan, keagamaan, maupun peran sosial kemasyarakatan. 

Festival sholawat ini dinilai menjadi wahana pembinaan mental rohani sekaligus penguat karakter humanis aparat TNI–Polri dalam mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat luas.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dpk
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 17 Januari 2026

Dua Paket Lelang Masuk PBJ Ngawi, Total Anggaran Capai Rp912 Juta

Dua Paket Lelang Masuk PBJ Ngawi, Total Anggaran Capai Rp912 Juta

SN-Media™ Ngawi - Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Ngawi mencatat, hingga pertengahan Januari 2026 baru dua paket pekerjaan yang masuk untuk diproses melalui tahapan lelang pengadaan pemerintah daerah.

Jumlah tersebut menjadi gambaran awal pelaksanaan pengadaan tahun anggaran berjalan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan dokumen sejak dini agar tahapan lelang berjalan tepat waktu. 

Kepala PBJ Setda Ngawi, Rachmat Fitrianto, mengimbau seluruh perangkat daerah segera mengajukan paket lelang apabila perencanaan dan dokumen pendukung telah benar-benar siap. 

“Percepatan pengajuan dokumen sangat dibutuhkan agar proses verifikasi, evaluasi, hingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran,” terang dia, saat dikonfirmasi melalui HP, Sabtu (17/01/2026). 

Lanjutnya, dua paket yang telah masuk berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi. 

Paket pertama adalah pengawasan penataan bangunan dan lingkungan Kawasan Alun-Alun Tahap I dengan pagu anggaran sebesar Rp210 juta yang dikelola DPUPR. 

Sementara paket kedua berupa konsolidasi rehabilitasi sejumlah gedung sekolah di beberapa kecamatan dengan nilai anggaran Rp702 juta melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

“Total pagu anggaran dari dua paket tersebut mencapai Rp912 juta, meskipun hingga kini baru satu paket yang telah ditayangkan pada sistem lelang elektronik,” jelasnya. 

Ia menambahkan, dokumen lelang wajib memuat data lelang, surat penawaran, persyaratan kontrak, spesifikasi teknis, RAB, gambar teknis, serta DPA yang telah masuk APBD. 

Setelah diserahkan ke Bagian PBJ, dokumen akan diunggah ke LPSE, didistribusikan ke kelompok kerja, lalu direviu bersama PPK sebelum diumumkan secara resmi. 

Melalui mekanisme tersebut, PBJ berharap seluruh proses lelang berjalan transparan, tertib administrasi, serta mendukung kelancaran pembangunan daerah sejak awal tahun anggaran.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 16 Januari 2026

Keamanan Perlintasan KA Ngawi Diperkuat Penjagaan 13 Palang Pintu

Keamanan Perlintasan KA Ngawi Diperkuat Penjagaan 13 Palang Pintu

SN-Media™ Ngawi - Dinas Perhubungan Kabupaten Ngawi memastikan kesiapan pengamanan perlintasan sebidang kereta api tahun 2026 semakin optimal, seiring terpenuhinya jumlah palang pintu dan tenaga penjaga bersertifikat di setiap titik rawan kecelakaan.

Kepala Bidang Keselamatan Dishub Ngawi, Fajar Anasrul Laksminto, menyampaikan bahwa hingga 2026 telah terpasang 13 palang pintu perlintasan kereta api yang tersebar di sejumlah wilayah strategis kabupaten. 

Menurutnya, seluruh pos perlintasan kini diperkuat empat orang penjaga yang bertugas secara bergiliran, sehingga pengawasan dapat berjalan penuh selama operasional perjalanan kereta api berlangsung setiap hari. 

Tenaga penjaga tersebut berasal dari skema outsourcing Dishub Ngawi, dengan penguatan sumber daya manusia yang telah disesuaikan kebutuhan teknis keselamatan lalu lintas kereta api. 

“Seluruh petugas penjaga telah mengikuti pendidikan dan pelatihan operasi palang pintu yang diselenggarakan kementerian terkait sesuai standar yang ditetapkan oleh PT Kereta Api Indonesia,” terang dia. 

Lanjut Fajar, bahwa pelatihan tersebut menjadi prasyarat wajib sebelum bertugas di lapangan, guna memastikan setiap penjaga memahami prosedur keselamatan, pengendalian palang, serta mitigasi risiko kecelakaan di lintasan sebidang. 

Selain pelatihan, setiap petugas juga diwajibkan mengantongi sertifikat kompetensi atau sertifikat kecakapan yang diterbitkan setelah lulus uji kompetensi resmi sesuai regulasi Kementerian Perhubungan. 

Sertifikasi ini diperuntukkan bagi Petugas Penjaga Jalan Lintasan atau PJL, termasuk petugas pintu perlintasan kereta api yang berperan vital menjaga keselamatan perjalanan KA. 

Dengan sertifikasi tersebut, Dishub Ngawi menegaskan bahwa seluruh petugas dinyatakan kompeten secara administratif maupun teknis, sekaligus memenuhi standar keselamatan nasional perkeretaapian. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

 Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM