SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai mengirimkan sebanyak lima ton produk Refuse Derived Fuel (RDF) ke industri semen di Grobogan, Jawa Tengah. Pelepasan armada dilakukan langsung oleh Bupati Ony Anwar Harsono dari TPA Selopuro, Kecamatan Pitu.
Langkah ini menjadi penanda awal penjajakan kerja sama antara Pemkab Ngawi dengan pihak industri dalam pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.Bupati Ony Anwar Harsono menyebut pengiriman perdana tersebut masih dalam tahap uji kesesuaian spesifikasi dan mutu produk RDF yang dihasilkan daerah dengan standar kebutuhan industri yang akan memanfaatkannya.
“Pemerintah daerah akan menyiapkan payung regulasi secara matang agar kerja sama ini berjalan tertib, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan RDF ke depan,” jelas Ony.
Selain itu, masih menurutnya, Pemkab Ngawi juga menyiapkan langkah pendukung, di antaranya mendorong penataan TPA Selopuro serta merumuskan skema harga RDF melalui regulasi daerah guna menopang potensi Pendapatan Asli Daerah.
Di sisi lain, keberadaan RDF diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA Selopuro yang saat ini mencapai sekitar 40 ton per hari sehingga beban penumpukan dapat berkurang secara signifikan.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah berencana menambah peralatan pengolahan agar kapasitas produksi RDF meningkat dari lima ton menjadi sepuluh ton per hari dalam waktu mendatang.
Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ngawi, Dodi Aprilasetia, menambahkan bahwa pengiriman perdana ini sekaligus menjadi uji awal kualitas RDF agar memenuhi standar industri, terutama kadar air yang ditetapkan maksimal 25 persen.
Ia berharap langkah ini tidak hanya menjadi solusi teknis pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah melalui optimalisasi limbah menjadi sumber energi alternatif bernilai tambah.
“RDF sendiri diproduksi dari sampah anorganik rumah tangga dan pasar yang telah melalui proses pemilahan, pencacahan, serta pengeringan sehingga layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif di sektor industri,” jelasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Tim-Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok A
*** : ----
Copyright : SNM