media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 06 Januari 2026

Curah Hujan Tinggi, Dinas Perikanan dan Peternakan Pantau Kesehatan Ternak Ngawi

Curah Hujan Tinggi, Dinas Perikanan dan Peternakan Pantau Kesehatan Ternak Ngawi

SN-Media™ Ngawi - Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi sejak akhir 2025 hingga memasuki awal 2026 mulai berdampak nyata pada sektor peternakan di Kabupaten Ngawi, terutama terhadap kesehatan dan keberlangsungan populasi ternak.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, menyampaikan bahwa kondisi cuaca lembap berkepanjangan berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan pada sapi dan kambing milik peternak. 

Salah satu penyakit yang kerap muncul pada musim hujan adalah bloat atau perut kembung, yang disebabkan perubahan pakan serta lingkungan kandang yang basah dan kurang higienis. 

“Apabila bloat tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada kematian ternak, sehingga peternak diminta lebih waspada dalam pengelolaan pakan dan kebersihan kandang,” jelas Yudo, Selasa (03/01/2026). 

Selain gangguan pencernaan, Yudo juga menyinggung potensi munculnya Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK, meski hingga kini belum ada laporan resmi yang tercatat secara administrasi. 

“Namun berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, indikasi PMK memang sempat ditemukan, terutama di wilayah barat Kabupaten Ngawi yang memiliki konsentrasi ternak relatif tinggi,” jelasnya. 

Setiap temuan, lanjut Yudo, langsung ditindaklanjuti melalui pengobatan, penyemprotan disinfektan, serta pendampingan kepada peternak agar penyebaran penyakit dapat ditekan. 

Pun, Dinas Perikanan dan Peternakan Ngawi juga terus meningkatkan pengawasan lapangan guna memastikan kondisi kesehatan ternak tetap terpantau selama musim hujan berlangsung. 

Di sisi lain, Yudo mengungkapkan bahwa populasi ternak di Kabupaten Ngawi mengalami penurunan sekitar 20 persen berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik. Dari populasi sebelumnya yang mencapai sekitar 72 ribu ekor, jumlah ternak tercatat menyusut, yang diduga kuat merupakan dampak lanjutan wabah PMK beberapa tahun lalu. 

“Meski demikian, kondisi saat ini mulai menunjukkan perbaikan, seiring meningkatnya kesadaran peternak terhadap kesehatan hewan dan pendampingan yang terus dilakukan pemerintah daerah,” pungkasnya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News 

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 05 Januari 2026

Prof Yuddy Tegaskan Gubernur Penentu Sinkronisasi Pembangunan Nasional dan Daerah

Prof Yuddy Tegaskan Gubernur Penentu Sinkronisasi Pembangunan Nasional dan Daerah

SN-Media™ Nasional - Gubernur atau kepala daerah tingkat provinsi dipandang memiliki posisi strategis dalam arsitektur pembangunan nasional, karena menjadi perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk memastikan kesinambungan kebijakan lintas wilayah.

Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Politik Universitas Nasional, Prof. Yuddy Chrisnandi, yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar Serikat Media Siber Indonesia atau SMSI. 

“Keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh keselarasan kebijakan pusat dan daerah, sehingga kepala daerah provinsi dituntut memahami secara utuh arah rencana besar pembangunan nasional,” ungkap Menurut Prof. Yuddy, Senin, (05/01/2025). 

Ia menegaskan, pelaksanaan program strategis membutuhkan keterpaduan sistem serta garis komando yang searah dari pusat, agar kebijakan tidak tersendat oleh perbedaan tafsir maupun dinamika politik di tingkat lokal. 

“Dalam kerangka tersebut, gubernur idealnya merupakan figur pilihan Presiden yang memiliki kecakapan manajerial birokrasi, kepemimpinan yang kuat, serta visi pembangunan yang sejalan dengan agenda nasional,” jelasnya kemudian. 

Pun, Prof. Yuddy memandang posisi gubernur sebagai pembantu Presiden setingkat menteri, dengan tugas mengoordinasikan kepala daerah kabupaten dan kota agar roda pembangunan berjalan serasi dan saling menguatkan. 

Dengan peran strategis tersebut, mekanisme penunjukan atau pemilihan gubernur dinilai dapat dilakukan langsung oleh Presiden, dengan tetap melibatkan persetujuan DPRD provinsi sebagai pijakan legitimasi politik daerah. 

Persetujuan DPRD, lanjutnya, penting untuk membangun dukungan moral sekaligus menjalankan fungsi pengawasan, sehingga calon gubernur yang diajukan benar-benar memiliki penerimaan sosial di wilayahnya. 

Ia menekankan, sosok gubernur harus mampu menjadi penghubung kepentingan pusat dan daerah, termasuk mengawal aspirasi pembangunan lokal agar tetap berada dalam koridor kebijakan nasional. 

Dalam perspektif demokrasi, persetujuan DPRD bukan sekadar formalitas prosedural, melainkan sarana memastikan calon pemimpin provinsi memiliki rekam jejak, integritas, serta kapasitas kepemimpinan yang memadai. 

"Calon gubernur yang ideal adalah putra daerah yang dikenal luas ketokohannya, teruji integritasnya, serta mampu menjaga kepercayaan publik dalam menjalankan roda pemerintahan," pungkasnya.(***)

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News 

***
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 04 Januari 2026

Awal Januari Diterpa Cuaca Ekstrem, Sejumlah Titik di Ngawi Terdampak

Awal Januari Diterpa Cuaca Ekstrem, Sejumlah Titik di Ngawi Terdampak

SN-Media™ Ngawi - Kabupaten Ngawi kembali diguyur hujan deras di awal Januari 2026. Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan kilatan petir memicu gangguan aktivitas warga serta sejumlah kejadian kebencanaan di beberapa titik.

Hujan deras terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Dampaknya, pohon tumbang menutup akses jalan, menimpa rumah warga, serta satu rumah dilaporkan tersambar petir.

 Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Partoyo, memastikan seluruh kejadian dipicu hujan deras yang berlangsung cukup lama, disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah kecamatan.

“Pohon tumbang yang menutup akses lalu lintas tercatat di Jalan Kesongo–Kedungputri Desa Kedungputri, Dusun Krajan Desa Semen, serta Dusun Cung Belut Desa Semen Kecamatan Paron,” terang Partoyo, saat dikonfirmasi melalui aplikasi chat, Minggu (04/01/2026). 

Selain mengganggu akses jalan, pohon tumbang juga menimpa rumah warga di Dusun Cung Belut Desa Semen serta Dusun Gebang Sewu RT 002 RW 013 Desa Semen Kecamatan Paron dengan kerusakan ringan. 

Partoyo juga menambahkan, satu kejadian sambaran petir dilaporkan terjadi di Dusun Bangsal RT 002 RW 004 Desa Widodaren Kecamatan Gerih. Tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut. 

"BPBD Ngawi bersama sejumlah OPD terkait, relawan, dan masyarakat setempat melakukan penanganan dan pengkondisian. Proses evakuasi berjalan aman dan lancar hingga akses lalu lintas kembali normal," jelasnya.

Sementara, kondisi cuaca di Ngawi sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur. 

BMKG Juanda merilis kewaspadaan cuaca ekstrem periode 1 hingga 10 Januari 2026, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, petir, dan risiko bencana hidrometeorologi. 

Potensi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer aktif, termasuk gangguan Low Frequency dan Madden Julian Oscillation, suhu muka laut Selat Madura yang hangat, serta kondisi atmosfer lokal yang labil. 

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas saat hujan lebat, serta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 03 Januari 2026

SMSI Perjuangkan Podcast Masuk Ekosistem Pers Nasional yang Berpayung Hukum Jelas

SMSI Perjuangkan Podcast Masuk Ekosistem Pers Nasional yang Berpayung Hukum Jelas

SN-Media™ Nasional – Isu pengakuan podcast sebagai media pers yang diperjuangkan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) turut menjadi perhatian pelaku media daerah, termasuk di Kabupaten Ngawi, seiring berkembangnya ekosistem media digital lokal.

Dorongan tersebut diperjuangkan SMSI sepanjang Oktober hingga Desember 2025 melalui rangkaian dialog nasional, menyusul pesatnya perkembangan podcast yang hingga kini belum memiliki payung regulasi serta perlindungan hukum memadai. 

Saat ini, podcast beroperasi di ruang abu-abu hukum karena belum diatur dalam sistem pers nasional, sehingga rawan dikenai pasal-pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. 

 Dalam UU ITE, larangan utama berkaitan dengan distribusi konten yang mengandung hasutan kebencian, permusuhan, atau diskriminasi, dengan ancaman pidana penjara hingga enam tahun serta denda maksimal satu miliar rupiah. 

Kondisi tersebut kerap berujung kriminalisasi terhadap suara kritis, lantaran podcast masih dikategorikan sebagai media non-pers berbasis elektronik, tanpa mekanisme hak jawab maupun koreksi jurnalistik. 

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus menyebut podcast sebagai media baru yang paling dinamis, dengan karakter personal, dialogis, biaya produksi rendah, serta diminati publik lintas profesi dan keahlian. 

“Pengakuan podcast sebagai media pers merupakan langkah strategis agar ekosistem media digital tetap bertanggung jawab, berimbang, serta tunduk pada etika jurnalistik dan mekanisme pengawasan Dewan Pers,” ungkap Firdaus. 

Ia menegaskan, jika podcast ditetapkan sebagai institusi pers, maka seluruh operasionalnya akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, termasuk penerapan hak jawab dan hak koreksi. 

“Perbedaan mendasar antara media pers dan non-pers terletak pada verifikasi informasi, standar kerja jurnalistik, serta perlindungan hukum yang tidak dimiliki media non-pers saat terjadi sengketa pemberitaan,” sambungnya. 

Senada, Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto, menilai situasi tersebut berbahaya bagi kebebasan berekspresi, terlebih ketika kritik publik justru berhadapan langsung dengan jerat pidana. 

“Secara prinsip, podcast telah menjalankan fungsi jurnalistik melalui wawancara, pelaporan mendalam, serta narasi berbasis data, sebagaimana praktik jurnalisme digital global,” katanya. 

Terkonfirmasi, sepanjang akhir 2025, SMSI melibatkan akademisi, Dewan Pers, pejabat negara, hingga praktisi podcast dalam dialog nasional guna merumuskan arah regulasi media baru tersebut. 

SMSI pun menyatakan siap menjadi wadah pembinaan, advokasi, serta verifikasi podcast yang menerapkan prinsip jurnalistik, agar media ini tidak terus berada di wilayah gelap hukum yang berpotensi merugikan publik.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
ILst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 02 Januari 2026

Danrem 081/DSJ Tinjau Sawah Tempuran, Optimisme Panen Padi Ngawi Meningkat

Danrem 081/DSJ Tinjau Sawah Tempuran, Optimisme Panen Padi Ngawi Meningkat

SN-Media™ Ngawi – Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mendatangi kawasan pertanian padi di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, guna melihat langsung perkembangan tanaman menjelang masa panen, Jumat (02/01/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Danrem turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, untuk melihat kondisi tanaman padi yang mulai menguning dan menunjukkan kesiapan menuju masa panen. 

“Hamparan sawah yang terbentang luas tampak terawat dengan baik. Areal pertanian di wilayah tersebut mencapai kurang lebih 698 hektare dan menjadi salah satu sentra produksi padi yang cukup diperhitungkan di Ngawi,” ungkap Danrem Untoro. 

Pun mendasarkan hasil pengamatan di lapangan, potensi panen di kawasan tersebut diperkirakan berada pada kisaran 8,5 hingga 9,1 ton per hektare, mencerminkan hasil budidaya yang berjalan optimal. 

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan sektor pertanian, sekaligus memperkuat peran Kabupaten Ngawi sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan di tingkat nasional. 

Danrem menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras para petani yang terus menjaga kualitas lahan dan tanaman, meski dihadapkan pada berbagai tantangan cuaca maupun dinamika pertanian. 

“Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, serta dukungan lintas sektor yang selama ini berjalan cukup solid dan berkesinambungan,” jelasnya. 

Ia berharap capaian hasil panen di Desa Tempuran dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, sekaligus mendorong semangat petani untuk terus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. TNI AD, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan yang terarah, mulai dari proses tanam hingga masa panen tiba. 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian di tengah berbagai tantangan yang berkembang. 

Kabupaten Ngawi selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional yang memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat luas. 

“Dengan sinergi yang terus terjaga, sektor pertanian di Ngawi diharapkan mampu tumbuh berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional ke depan,” pungkasnya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 01 Januari 2026

Pengamanan Diperketat, Pantai Prigi Tetap Ramai Saat Libur Tahun Baru 2026

Pengamanan Diperketat, Pantai Prigi Tetap Ramai Saat Libur Tahun Baru 2026

SN-Media™ Trenggalek – Guna menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama libur Tahun Baru 2026, sinergi TNI–Polri bersama instansi terkait memperketat pengamanan kawasan wisata di Kabupaten Trenggalek.

Sejak Kamis pagi (01/01/2026), personel gabungan dari Kodim 0806/Trenggalek, Polres Trenggalek, Posmat TNI AL, serta unsur pendukung disiagakan di sejumlah titik, terutama kawasan wisata Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo. 

Pantai Prigi yang menjadi salah satu ikon wisata bahari Trenggalek tampak dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Momen pergantian tahun dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat. 

Mengantisipasi kepadatan tersebut, aparat menerapkan pengamanan terpadu guna menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut. 

Di lapangan, personel gabungan tidak hanya berjaga secara statis, tetapi juga melakukan patroli dialogis. Pendekatan humanis dikedepankan agar wisatawan merasa nyaman selama menikmati suasana pantai. 

Petugas tampak aktif menyapa pengunjung serta memberikan imbauan secara persuasif, khususnya kepada orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak yang bermain di area pesisir. 

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi laut yang sewaktu-waktu dapat berubah, terlebih saat kunjungan wisata sedang meningkat selama momentum libur panjang. 

Selain patroli dialogis, aparat juga menyusuri sepanjang garis pantai dengan berjalan kaki untuk memastikan seluruh kawasan wisata berada dalam pengawasan yang optimal. 

Danramil 0806-07/Watulimo, Kapten Inf Fajar, menegaskan kehadiran aparat merupakan bentuk komitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama saat aktivitas wisata meningkat signifikan. 

“Kami ingin memastikan liburan masyarakat berjalan aman dan nyaman. Dengan kewaspadaan bersama, suasana tetap kondusif,” ujar Kapten Fajar di sela kegiatan pengamanan. 

Kesiapsiagaan aparat mendapat respons positif dari wisatawan dan warga sekitar. Mereka mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan langsung, terutama di area pantai yang memiliki potensi risiko. 

Sinergi TNI AD, Polri, dan Posmat TNI AL dinilai efektif menjaga stabilitas kamtibmas. Kolaborasi ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat di kawasan pesisir. 

Melalui langkah preventif dan pendekatan humanis tersebut, perayaan Tahun Baru 2026 di Bumi Menak Sopal diharapkan berlangsung aman, tertib, serta meninggalkan kesan positif bagi seluruh pengunjung. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

***/Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 31 Desember 2025

Capaian Infrastruktur 2025, Kemantapan Jalan Kabupaten Ngawi Tembus 96,78 Persen

Capaian Infrastruktur 2025, Kemantapan Jalan Kabupaten Ngawi Tembus 96,78 Persen

SN-Media™ Ngawi – Jelang tutup tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ngawi mencatat capaian positif pembangunan infrastruktur, khususnya sektor jalan, dengan tingkat kemantapan mencapai 96,78 persen dari total jaringan kabupaten.

Capaian tersebut setara dengan panjang jalan mantap sekitar 724,3 kilometer dari total 748,41 kilometer ruas jalan kabupaten, menegaskan konsistensi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan terukur. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif sepanjang Tahun Anggaran 2025. 

“Peningkatan kualitas jalan menjadi fondasi penting dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar distribusi barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkesinambungan,” ujar Fauzi saat dihubungi via chat, Rabu (31/12/2025). 

Pun dia menambahkan, bahwa sepanjang 2025, Dinas PUPR Ngawi melaksanakan sejumlah paket pekerjaan jalan yang tersebar merata di berbagai kecamatan, dengan fokus peningkatan struktur, ketahanan perkerasan, serta kenyamanan pengguna jalan. 

Berilut rincian pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan sepanjang 14,5 kilometer, pemeliharaan berkala sepanjang 20,8 kilometer, serta pemeliharaan rutin jalan dengan total panjang mencapai 36,05 kilometer. 

“Upaya tersebut tidak semata memperbaiki kondisi fisik jalan, namun juga menjaga tingkat kemantapan agar tetap optimal, memperpanjang usia layanan, serta menekan potensi kerusakan dini,” imbuhnya. 

Terkonfirmasi, selain ruas jalan, Dinas PUPR Ngawi turut menuntaskan pekerjaan jembatan sebagai bagian penting konektivitas wilayah, khususnya pada jalur strategis yang menopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. 

Beberapa pekerjaan jembatan meliputi penggantian Jembatan Bangsal pada ruas Patalan–Widodaren serta Jembatan Kedung Lumbu di ruas Mantingan–Tempursari yang memiliki peran vital antarwilayah. 

Sementara itu, pekerjaan rekonstruksi jalan dilaksanakan pada ruas Teguhan–Pelangkidul, Kendung–Kwadungan tahap dua, serta Jagir–Tulakan yang selama ini menjadi jalur aktivitas harian warga. 

Pemeliharaan berkala juga menyasar sejumlah ruas penting, di antaranya Klitik–Paron, Podang, Pandansari–Paron, Semen–Gerdon, Sine–Tulakan, Geduro–Ngrambe, hingga Tulakan–Winong. 

“Dengan tuntasnya seluruh paket pekerjaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap infrastruktur jalan semakin fungsional, aman, dan memberi manfaat nyata bagi pelayanan publik serta geliat ekonomi daerah,” punkasnya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 30 Desember 2025

Penghujung 2025, Peningkatan Infrastruktur Permukiman di Ngawi Berjalan Konsisten

Penghujung 2025, Peningkatan Infrastruktur Permukiman di Ngawi Berjalan Konsisten

SN-Media™ Ngawi – Masuk penghujung tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan peningkatan prasarana, sarana, dan utilitas permukiman berjalan optimal. Program tersebut mencakup perbaikan jalan lingkungan, drainase, air bersih, hingga Rumah Tinggal Layak Huni.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan dasar masyarakat, sekaligus mendorong kualitas lingkungan permukiman agar semakin tertata, sehat, dan menunjang aktivitas sosial ekonomi warga secara berkelanjutan. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, menyampaikan bahwa capaian program sepanjang 2025 berjalan sesuai perencanaan dan sebagian besar telah diselesaikan tepat waktu.

“Realisasi Rumah Tinggal Layak Huni atau RTLH dari target 188 unit telah terserap sebanyak 185 unit, sementara tiga calon penerima terkonfirmasi meninggal dunia sebelum pelaksanaan,” jelasnya, Selasa (30/12/2025). 

Menurutnya, pelaksanaan RTLH tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran agar bantuan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan peningkatan kualitas hunian. 

Sementara itu, pada program penyediaan air bersih, baik melalui perluasan jaringan maupun pembangunan baru, seluruh kegiatan telah rampung seratus persen dan kini telah dimanfaatkan oleh masyarakat penerima. 

Di sektor sanitasi, dua lokasi pembangunan juga telah diselesaikan. Masing-masing mencakup 19 unit sanitasi individual, serta satu sistem komunal yang mampu melayani hingga 40 pengguna. 

“Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan,” jelasnya. 

Selain itu, program kolaborasi bersama TNI melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD turut berjalan lancar, dengan hasil pembangunan berupa pavingisasi di wilayah Kecamatan Pitu, Ngawi. 

“Harapannya, program infrastruktur berkelanjutan ini mampu memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah,” tutupnya. 

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 29 Desember 2025

Remisi Natal 2025 di Lapas Ngawi, Empat Warga Binaan Penuhi Syarat

Remisi Natal 2025 di Lapas Ngawi, Empat Warga Binaan Penuhi Syarat

SN-Media™ Ngawi – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ngawi memperingati Hari Raya Natal 2025 melalui pemberian Remisi Khusus bagi warga binaan beragama Kristen yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku nasional.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi bersama jajaran pejabat struktural serta petugas, sebagai bentuk komitmen menghadirkan pembinaan humanis, adil, dan berkelanjutan bagi warga binaan selama proses pemasyarakatan. 

Pemberian remisi khusus Natal menjadi bagian kebijakan pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai prioritas, sekaligus wujud penghormatan negara terhadap hak keagamaan warga binaan secara adil, terukur, transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan berkeadaban. 

Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa usulan remisi Natal 2025 diajukan kepada lima warga binaan beragama Kristen sesuai hasil pendataan administrasi yang diverifikasi, diverbal, akurat, dan terukur. 

“Dari jumlah tersebut, empat warga binaan dinyatakan memenuhi syarat dan menerima remisi, sementara satu orang belum dapat diusulkan karena masa pidana belum mencapai enam bulan sesuai ketentuan, tahapan, verifikasi, administrasi,” jelas Iwan. 

Dia menegaskan, pemberian remisi khusus Natal telah dilaksanakan pada 25 Desember 2025 bertempat di aula lantai atas Lapas Kelas IIB Ngawi dengan suasana tertib, sederhana, khidmat, lancar, dan bermakna. 

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 25 Desember 2025 lalu dan berjalan tertib dengan pengawasan petugas, sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, tanpa mengurangi hak warga binaan dalam pembinaan kepribadian yang berkelanjutan, humanis, berkeadilan, bermartabat, terukur, dan profesional. 

Menurutnya, remisi khusus Natal merupakan hak warga binaan beragama Nasrani yang telah memenuhi syarat administratif serta substantif sesuai ketentuan perundang-undangan berlaku secara objektif, transparan, akuntabel, konsisten, terukur, dan adil. 

“Pemberian remisi diharapkan mampu memotivasi warga binaan untuk terus berperilaku baik, aktif mengikuti pembinaan, serta menyiapkan diri kembali berperan positif di masyarakat secara berkelanjutan, harmonis, adaptif, mandiri, bertanggungjawab, dan berdaya,” pungkasnya.  

Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News  

Pewarta: dAm
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM