media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 28 April 2026

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Petani Tembakau Ngawi Berpeluang Panen Optimal

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Petani Tembakau Ngawi Berpeluang Panen Optimal

SN Media™ Ngawi – Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait musim kemarau 2026 yang datang lebih awal menjadi perhatian sektor pertanian. Kondisi ini diperkirakan mencapai puncak kekeringan pada Agustus dengan intensitas lebih tinggi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi menilai situasi tersebut membuka peluang bagi komoditas tembakau. Tanaman ini dikenal lebih adaptif terhadap kondisi kering dibandingkan tanaman pangan yang membutuhkan banyak air. 

Kepala DKPP setempat, Supardi, menjelaskan bahwa tembakau memiliki karakter tidak membutuhkan suplai air berlebih. Bahkan, kelebihan air justru dapat memengaruhi kualitas daun serta pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. 

“Pengalaman musim sebelumnya menjadi pembelajaran penting. Pada 2025, kemarau basah berdampak pada hasil tembakau yang kurang optimal, sehingga banyak petani mengalami penurunan produksi,” ujar Supardi, Selasa (28/04/2026). 

Dia juga menjelaskan bahwa dengan proyeksi kemarau yang lebih kering tahun ini, kondisi tersebut dinilai lebih mendukung pertumbuhan tembakau. Peluang peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen pun terbuka lebih lebar dibandingkan tahun lalu. 

Di sisi lain, perhatian juga diarahkan pada petani padi, khususnya di lahan dengan ketersediaan air terbatas. Kondisi kemarau kering berpotensi membuat kebutuhan air tanaman padi tidak tercukupi secara optimal. 

Kembali ditegaskannya, penyesuaian pola tanam menjadi langkah penting. Petani di wilayah minim air perlu mempertimbangkan ulang jadwal tanam atau memilih komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi lahan. 

“Sebagai alternatif, tembakau menjadi salah satu pilihan yang dinilai relevan. Selain lebih tahan terhadap kekeringan, risiko kerugian juga dapat ditekan dibandingkan memaksakan tanam padi di lahan kering,” katanya lagi. 

Pun dinilai dengan langkah tersebut, petani diharapkan lebih fleksibel dalam menentukan komoditas. Perubahan pola musim menjadi sinyal bahwa strategi bertani juga perlu disesuaikan dengan kondisi alam. 

“Fokus pada tembakau sebagai komoditas adaptif sekaligus penyesuaian pola tanam padi di lahan minim air diharapkan mampu menjaga hasil pertanian tetap optimal di tengah kemarau kering tahun ini,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 27 April 2026

Infrastruktur KDKMP Desa Begal Diperkuat dengan Paving dan Jalan Masuk Plat Beton

Infrastruktur KDKMP Desa Begal Diperkuat dengan Paving dan Jalan Masuk Plat Beton

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, mematangkan kawasan KDKMP melalui pavingisasi halaman serta pembangunan akses jalan masuk berupa plat beton sebagai penunjang fasilitas yang telah dibangun.

Langkah ini dilakukan guna memperkuat fungsi kawasan KDKMP agar lebih siap dimanfaatkan, sekaligus mendukung kelancaran berbagai aktivitas masyarakat yang akan berkembang di lokasi tersebut. 

Kepala Desa Begal, Yusuf Setyono, menjelaskan bahwa pavingisasi halaman bertujuan menciptakan area yang rapi, bersih, serta tidak becek ketika hujan turun. 

“Akses masuk dan halaman yang tertata akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat, baik untuk kegiatan pelayanan, pertemuan, maupun aktivitas ekonomi,” jelasnya. 

Ia menambahkan, kondisi awal berupa tanah dinilai kurang mendukung karena mudah licin dan berlumpur, sehingga berpotensi menghambat mobilitas warga di kawasan tersebut. 

“Selain itu, pembangunan akses jalan masuk dengan plat beton diprioritaskan guna memastikan jalur kendaraan lebih kuat, stabil, dan mampu menahan beban operasional,” sambunya. 

Material beton dipilih karena memiliki ketahanan tinggi serta lebih efisien dalam perawatan, sehingga mampu menunjang penggunaan jangka panjang di kawasan KDKMP tersebut. 

Pun Kades Yusuf menegaskan, akses jalan yang baik akan memperlancar mobilitas warga, termasuk distribusi barang serta aktivitas lain yang memerlukan dukungan infrastruktur memadai. 

Dengan adanya pavingisasi dan jalan plat beton ini, kawasan KDKMP di Desa Begal kini memiliki sarana pendukung yang lebih siap dan representatif. 

Pemerintah desa berharap, pembenahan tersebut mampu mendorong pemanfaatan kawasan secara optimal sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas. 

“Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemdes Begal dalam menghadirkan infrastruktur desa yang fungsional, terencana, dan selaras dengan kebutuhan warga,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 26 April 2026

RDF Ngawi Meluncur ke Grobogan, Strategi Baru Kurangi Sampah Sekaligus Nambah PAD

RDF Ngawi Meluncur ke Grobogan, Strategi Baru Kurangi Sampah Sekaligus Nambah PAD

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai mengirimkan sebanyak lima ton produk Refuse Derived Fuel (RDF) ke industri semen di Grobogan, Jawa Tengah. Pelepasan armada dilakukan langsung oleh Bupati Ony Anwar Harsono dari TPA Selopuro, Kecamatan Pitu.

Langkah ini menjadi penanda awal penjajakan kerja sama antara Pemkab Ngawi dengan pihak industri dalam pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara yang dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Bupati Ony Anwar Harsono menyebut pengiriman perdana tersebut masih dalam tahap uji kesesuaian spesifikasi dan mutu produk RDF yang dihasilkan daerah dengan standar kebutuhan industri yang akan memanfaatkannya. 

“Pemerintah daerah akan menyiapkan payung regulasi secara matang agar kerja sama ini berjalan tertib, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi kedua belah pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan RDF ke depan,” jelas Ony. 

Selain itu, masih menurutnya, Pemkab Ngawi juga menyiapkan langkah pendukung, di antaranya mendorong penataan TPA Selopuro serta merumuskan skema harga RDF melalui regulasi daerah guna menopang potensi Pendapatan Asli Daerah. 

Di sisi lain, keberadaan RDF diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA Selopuro yang saat ini mencapai sekitar 40 ton per hari sehingga beban penumpukan dapat berkurang secara signifikan.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah berencana menambah peralatan pengolahan agar kapasitas produksi RDF meningkat dari lima ton menjadi sepuluh ton per hari dalam waktu mendatang.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ngawi, Dodi Aprilasetia, menambahkan bahwa pengiriman perdana ini sekaligus menjadi uji awal kualitas RDF agar memenuhi standar industri, terutama kadar air yang ditetapkan maksimal 25 persen. 

Ia berharap langkah ini tidak hanya menjadi solusi teknis pengelolaan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah melalui optimalisasi limbah menjadi sumber energi alternatif bernilai tambah. 

“RDF sendiri diproduksi dari sampah anorganik rumah tangga dan pasar yang telah melalui proses pemilahan, pencacahan, serta pengeringan sehingga layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif di sektor industri,” jelasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Tim-Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok A
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 25 April 2026

HUT Ke-80 Persit, Aksi Tanam Pohon Produktif Hijaukan Gunung Kendil Madiun

HUT Ke-80 Persit, Aksi Tanam Pohon Produktif Hijaukan Gunung Kendil Madiun

SN Media™ Madiun – Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 081 menanam ratusan bibit pohon produktif di kawasan Gunung Kendil, Kabupaten Madiunsebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus memberi nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persit yang digelar serentak di berbagai daerah, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pelestarian alam berbasis aksi nyata dan berkelanjutan. 

Ketua Persit Koorcab Rem 081, Ny. Frieda Untoro, menuturkan bahwa gerakan penanaman tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian yang diharapkan membawa dampak luas bagi ekosistem dan kesejahteraan warga setempat. 

“Pohon-pohon produktif yang ditanam memiliki potensi ganda, yakni menjaga keseimbangan alam sekaligus memberikan hasil ekonomi di masa mendatang jika dikelola dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sekitar,” jelas Ny. Frieda Untoro. 

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi warga dalam merawat tanaman, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga berkelanjutan bagi generasi berikutnya. 

Penanaman dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan anggota Persit dan unsur masyarakat, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Kawasan Gunung Kendil dipilih karena dinilai memiliki potensi pengembangan sebagai ruang hijau produktif, sekaligus membutuhkan sentuhan penghijauan untuk meningkatkan kualitas lingkungan secara menyeluruh. 

Dengan kondisi geografis yang mendukung, kawasan tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi area hijau yang tidak hanya asri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan lokal. 

Ny. Frieda juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanaman yang telah ditanam, agar proses perawatan berjalan konsisten dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang. 

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program seperti ini memerlukan sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat, sehingga upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. 

Melalui langkah sederhana seperti menanam pohon, Persit berharap kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan hidup dapat terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 

“Ke depan, kawasan Gunung Kendil diharapkan berubah menjadi lingkungan yang lebih hijau, teduh, serta produktif, sekaligus menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi yang berdampak luas,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 24 April 2026

Pemkab Ngawi Pakai Zona Utara, Zona Selatan TPA Selopuro Open Dumping Resmi Ditutup

Pemkab Ngawi Pakai Zona Utara, Zona Selatan TPA Selopuro Open Dumping Resmi Ditutup

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi menindaklanjuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup terkait penghentian praktik open dumping di TPA Selopuro, Kecamatan Pitu, sebagai langkah serius menuju pengelolaan sampah berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kebijakan tersebut menjadi pijakan penting bagi daerah dalam menata ulang sistem pengolahan sampah, sekaligus menjawab tuntutan pemerintah pusat yang menargetkan penghentian total open dumping paling lambat pada tahun 2026 mendatang. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ngawi, Dodi Aprilasetia, menjelaskan bahwa TPA Selopuro terbagi menjadi dua zona, yakni bagian utara yang telah menerapkan sistem sanitary landfill dan zona selatan yang sebelumnya masih open dumping. 

“Zona selatan kini resmi ditutup setelah adanya instruksi dari kementerian melalui Gakkum, sehingga seluruh aktivitas pembuangan sampah dialihkan ke zona utara yang telah dilengkapi lapisan geomembran,” terangnya, Jumat (24/04/2026). 

Langkah ini, kata Dodi, telah dilaporkan secara resmi kepada pihak kementerian sebagai bentuk kepatuhan daerah dalam menjalankan regulasi serta komitmen menjaga kualitas lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Ngawi. 

Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sisa ruang di zona selatan yang berpotensi dimanfaatkan, sembari menunggu proses pembangunan lanjutan untuk sistem sanitary landfill yang lebih representatif dan ramah lingkungan. 

“Saat ini, zona utara masih mampu menampung volume sampah harian berkisar antara 30 hingga 40 ton, dengan estimasi daya tampung yang cukup hingga tahun 2027 apabila pengelolaan dilakukan secara optimal,” tambahnya. 

Kondisi tersebut memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah yang lebih modern, termasuk pengembangan zona baru berbasis sanitary landfill di area tersisa. 

Dodi menegaskan bahwa transformasi sistem pengelolaan sampah ini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. 

Dapat diinformasikan, Kementerian Lingkungan Hidup melalui BPLH telah menetapkan batas waktu penghentian praktik open dumping paling lambat tahun 2026, dengan percepatan implementasi ditargetkan rampung pada Agustus tahun yang sama. 

Pemerintah pusat juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi daerah yang masih menerapkan sistem pembuangan terbuka tanpa pengolahan dan perlindungan lingkungan yang memadai.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 23 April 2026

DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Ngawi Kunci Investasi Tanpa Sentuh Lahan Produktif

DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Ngawi Kunci Investasi Tanpa Sentuh Lahan Produktif

SN Media™ Ngawi – DPRD Kabupaten Ngawi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 serta pengambilan keputusan empat ranperda strategis, terdiri atas tiga inisiatif legislatif dan satu eksekutif.

Rapat tersebut menjadi momentum penting sinkronisasi arah kebijakan daerah, sekaligus mempertegas komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga kesinambungan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. 

Usai paripurna, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan bahwa rekomendasi DPRD menjadi pijakan evaluatif atas kinerja pemerintah daerah, sekaligus bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. 

Ia menekankan peningkatan Pendapatan Asli Daerah terus diupayakan melalui berbagai strategi, termasuk kerja sama dengan kalangan akademisi guna merumuskan formulasi optimalisasi pendapatan dari sektor potensial secara terukur. 

“Langkah konkret tersebut di antaranya penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak untuk Pajak Bumi dan Bangunan, sejalan dengan indikator Monitoring Center for Prevention KPK, serta penguatan sektor retribusi hotel, restoran, dan reklame,” jelas Bupati Ony. 

Ony juga menggarisbawahi bahwa penataan aset daerah menjadi perhatian serius pemerintah guna mencegah aset terbengkalai. Aset yang berada di lokasi strategis diarahkan untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga demi mendongkrak pendapatan daerah. 

Dalam konteks investasi, Ony kembali menegaskan kebijakan pembangunan tidak boleh mengorbankan lahan produktif, terutama kawasan Lahan Sawah Dilindungi yang menjadi penopang utama produksi pangan Kabupaten Ngawi. 

“Pemkab juga berkomitmen patuh terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah, di mana kawasan LSD dan KP2B yang mencakup sekitar 87 persen lahan baku sawah ditetapkan sebagai kawasan yang tidak boleh berkurang,” tandasnya. 

Ia menyebut capaian investasi daerah hampir menyentuh target RPJMD sebesar tiga triliun rupiah, dengan realisasi akhir 2025 mencapai sekitar 2,9 triliun rupiah yang menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. 

Ke depan, pemerintah mempertimbangkan moratorium investasi apabila target tercapai, guna melakukan evaluasi lebih selektif terhadap jenis investasi yang masuk agar tetap selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan pertanian. 

Sementara itu, empat ranperda yang dibahas meliputi pendidikan karakter, pendidikan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan penerangan jalan umum, serta satu ranperda eksekutif terkait penataan perangkat daerah. 

Regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ngawi.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok r
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 22 April 2026

Bulog Madiun Edukasi Siswa Ngawi Soal HPP Gabah dan Ketahanan Pangan Nasional

Bulog Madiun Edukasi Siswa Ngawi Soal HPP Gabah dan Ketahanan Pangan Nasional

SN Media™ Ngawi – Perum Bulog Cabang Madiun mengajak puluhan pelajar SMKN 1 Ngawi (Skansa) menelusuri langsung proses pengelolaan pangan melalui kunjungan edukatif ke Gudang Bulog Tempuran, guna memberikan gambaran nyata perjalanan gabah hingga menjadi beras siap distribusi.

Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar siswa tidak sekadar memahami teori, tetapi juga menyaksikan langsung praktik di lapangan, mulai penerimaan hasil panen petani hingga penyimpanan beras dalam skala besar. 

Pimpinan Cabang Bulog Madiun, Agung Sarianto, memaparkan alur rantai pasok beras secara runtut, mencakup mekanisme penyerapan gabah, standar penyimpanan, kapasitas gudang, serta sistem distribusi untuk menjaga stabilitas pangan nasional. 

“Gudang Bulog Tempuran menjadi fasilitas penyimpanan terbesar di wilayah kerjanya dengan daya tampung mencapai 42.000 ton beras, dan saat ini seluruh kapasitas tersebut telah terisi penuh,” terang Agung, Rabu (22/04/2026). 

Tambahnya, stok beras di wilayah kerja Bulog Cabang Madiun kini mencapai 62.000 ton, mencerminkan tingginya serapan hasil panen petani, khususnya dari Kabupaten Ngawi yang dikenal sebagai lumbung pangan. 

“Melimpahnya produksi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga disalurkan ke berbagai daerah lain seperti Maluku, Papua, dan Madura guna menjaga keseimbangan pasokan pangan nasional,” ujarnya lagi. 

Agung menuturkan, keberadaan gudang di Ngawi memiliki peran strategis sebagai penyangga kebutuhan beras nasional, sehingga distribusinya menjangkau lintas wilayah dan tidak terbatas pada konsumsi masyarakat setempat saja. 

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap para pelajar dapat menjadi penyambung informasi kepada masyarakat, khususnya terkait kebijakan Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. 

Ia juga mengingatkan agar pelajar berani mengedukasi petani di lingkungan sekitar apabila menemukan praktik pembelian gabah di bawah harga ketentuan, sehingga petani tidak dirugikan oleh tengkulak. 

Dapat diinformasikan, dari sisi kinerja, Bulog Cabang Madiun mencatat hingga April 2026 telah menyerap 38.000 ton beras, dengan kontribusi terbesar berasal dari Ngawi yang mencapai 27.000 ton. 

Target serapan tahun ini ditetapkan sebesar 77.000 ton, dengan capaian sementara telah menyentuh separuhnya serta menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pun dalam menghadapi musim kemarau, Bulog justru optimistis karena kondisi cuaca dinilai mendukung peningkatan kualitas gabah, terutama dari sisi rendemen yang lebih tinggi dan bulir padi lebih padat.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Tim
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok m
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 21 April 2026

DPMD Ngawi Sebut Ratusan Desa Telah Cair Dana Desa 2026, Sisanya Berproses

DPMD Ngawi Sebut Ratusan Desa Telah Cair Dana Desa 2026, Sisanya Berproses

SN Media™ Ngawi – Memasuki pertengahan April 2026, realisasi penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Ngawi menunjukkan progres signifikan, dengan sebagian besar desa telah menerima transfer ke Rekening Kas Desa (RKD).

Dari total 213 desa yang tersebar di 19 kecamatan, sebanyak 185 desa telah menerima pencairan Dana Desa tahun anggaran 2026, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian administrasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa masih terdapat 28 desa yang belum menerima penyaluran Dana Desa hingga saat ini. 

“Keterlambatan tersebut bukan disebabkan kendala teknis besar, melainkan karena adanya pembenahan administrasi yang harus dipenuhi masing-masing pemerintah desa sebelum pencairan dilakukan,” ujar Budi, Selasa (21/04/2026). 

Ia menegaskan, proses administrasi menjadi aspek krusial dalam menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran desa agar tepat sasaran serta sesuai ketentuan yang berlaku secara nasional. 

Lebih lanjut, Budi Santoso menjelaskan bahwa pemanfaatan Dana Desa harus mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur pengelolaan berbasis kebutuhan riil desa. 

Dalam regulasi tersebut, menurutnya, desa diharapkan mampu menyusun program yang selaras dengan indikator kinerja, sehingga setiap penggunaan anggaran memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa. 

Penyaluran Dana Desa juga dilakukan melalui sistem terintegrasi berbasis digital, yakni Aplikasi OM-SPAN TKD yang terkoneksi langsung dengan pemerintah pusat untuk menjamin transparansi dan efisiensi. 

“Melalui sistem ini, setiap tahapan pencairan hingga pelaporan dapat dipantau secara real time sehingga meminimalisasi potensi kesalahan maupun keterlambatan dalam proses administrasi,” sambungnya. 

Dapat diinformasikan, Dana Desa tahun 2026 diarahkan untuk mendukung sejumlah prioritas nasional, di antaranya penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Selain itu, program ketahanan pangan melalui Ketapang, penguatan kelembagaan desa melalui KDMP, serta pelaksanaan kegiatan padat karya tunai turut menjadi fokus penggunaan anggaran desa. 

Tak hanya itu, pengembangan desa digital, peningkatan ketangguhan terhadap bencana, serta promosi kesehatan masyarakat juga masuk dalam prioritas yang harus diakomodasi pemerintah desa.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 20 April 2026

Jelang MT II, Penebusan Pupuk Ngawi Capai Seperempat Lebih untuk Urea dan NPK

Jelang MT II, Penebusan Pupuk Ngawi Capai Seperempat Lebih untuk Urea dan NPK

SN Media™ Ngawi – Menjelang musim tanam kedua 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi mencatat serapan pupuk bersubsidi di tingkat petani menunjukkan tren bertahap hingga pertengahan April, dengan komposisi penggunaan yang tetap didominasi pupuk kimia.

Berdasarkan rekapitulasi sementara hingga 20 April 2026, penebusan pupuk urea mencapai 23,87 persen dari total alokasi, sementara NPK tercatat 24,42 persen. Pupuk organik memang menunjukkan serapan 50,02 persen, namun porsinya relatif kecil dibanding total kuota keseluruhan. 

Adapun ZA masih 2,44 persen. Jika ditarik dalam skala keseluruhan kebutuhan pupuk, dominasi tetap berada pada urea dan NPK sebagai penopang utama produksi pertanian. Tingginya persentase organik lebih dipengaruhi kecilnya alokasi, sehingga realisasi terlihat lebih cepat terserap di lapangan. 

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan DKPP Ngawi, Hendro Budi Suryawan, menerangkan bahwa total penebusan masih dalam tahap wajar dan bertahap, mengikuti pola kebutuhan petani serta distribusi yang dilakukan secara berjenjang. 

“Alokasi pupuk urea tercatat lebih dari 41 ribu ton dengan realisasi hampir 10 ribu ton. Sementara NPK dari sekitar 31 ribu ton telah terserap lebih dari 7,7 ribu ton. Pupuk organik mencapai lebih dari 2,6 ribu ton,” terang Hendro, Senin (20/04/2026). 

Menurutnya, pergerakan penebusan ini dipengaruhi musim tanam serta kesiapan lahan petani. Beberapa wilayah menunjukkan serapan lebih tinggi, namun secara umum distribusi masih merata dan terus dioptimalkan oleh pemerintah daerah. 

“Saat ini, pendistribusian pupuk bersubsidi telah berjalan melalui mekanisme penerima pupuk pada titik serah atau PPTS. Sistem ini diharapkan mampu menjaga ketepatan sasaran sekaligus mempermudah petani dalam proses penebusan,” ungkapnya. 

Sementara itu, untuk memperoleh pupuk bersubsidi, petani wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam sistem e-RDKK, memiliki e-KTP, serta mengelola lahan maksimal dua hektare sesuai ketentuan yang berlaku. 

“DKPP Ngawi juga menyiapkan skema realokasi pupuk bersubsidi yang direncanakan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang, guna menyesuaikan kebutuhan riil petani di lapangan agar distribusi tetap efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM