SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) tengah menyiapkan jalan akses menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Penataan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan konektivitas menuju lingkungan sekolah.
Pada rancangan awal, ruas tersebut memiliki panjang 900 meter dengan lebar badan jalan lima meter. Konstruksi yang digunakan berupa rigid beton dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp4,3 miliar. Namun, setelah kebutuhan di lokasi dihitung ulang, rencana pekerjaan mengalami perubahan.Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi, Maftuh Affandi, menyampaikan perkembangan terbaru terkait rencana pembangunan akses tersebut. Hitung ulang dilakukan dengan melihat kebutuhan pekerjaan, kondisi lokasi, serta kemampuan anggaran yang tersedia.
"Panjang jalan yang semula direncanakan 900 meter kini diarahkan menjadi 750 meter dengan konstruksi rigid beton. Nilai paket diperkirakan sekitar Rp3 miliar," kata Maftuh.
Perubahan panjang ruas dilakukan setelah kebutuhan pekerjaan dihitung kembali. Langkah tersebut membuat penanganan dapat diarahkan pada bagian yang dinilai paling diperlukan untuk mendukung mobilitas menuju kawasan sekolah.
Konstruksi rigid beton tetap dipertahankan dalam rancangan terbaru. Material tersebut dipilih untuk memberikan kekuatan pada badan jalan sehingga mampu menunjang penggunaan akses dalam jangka panjang.
Untuk memastikan rancangan sesuai keadaan di lokasi, DPRKP dalam waktu dekat akan melakukan survei lapangan dengan meninjau kondisi eksisting. Tim akan mencermati permukaan jalan, karakter tanah, ruang yang tersedia, pola aliran air, hingga titik yang membutuhkan penanganan khusus.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bahan dalam menentukan desain serta volume pekerjaan. Dengan berpedoman pada keadaan sebenarnya, perencanaan diharapkan lebih tepat dan mampu menghindari pekerjaan yang kurang diperlukan.
Pun demikian, aspek drainase turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan pengendalian limpasan air hujan. Penempatannya akan disesuaikan dengan karakter kawasan sehingga potensi genangan yang dapat mengganggu akses bisa diminimalkan.
Di sisi pembiayaan, pagu sekitar Rp3 miliar harus mampu mengakomodasi kebutuhan prioritas. Karena itu, setiap bagian pekerjaan disusun secara cermat dengan tetap mempertahankan fungsi utama akses menuju SRT.
Setelah kajian teknis nanti rampung, DPRKP akan mematangkan rancangan sebagai dasar pelaksanaan. Pemerintah daerah berharap pembangunan tersebut dapat memperlancar mobilitas sekaligus mendukung kesiapan lingkungan sekolah.
"Kami masih mematangkan desain berdasarkan hasil tinjau lokasi agar volume pekerjaan sesuai kebutuhan, konstruksi tepat guna, serta anggaran sekitar Rp3 miliar dapat dimanfaatkan secara efektif," pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM