SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola keuangan daerah melalui pembenahan sistem Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Salah satu langkah strategis yang kini menjadi andalan adalah penerapan E-purchasing berbasis Katalog Elektronik (E-Katalog) untuk menciptakan proses belanja pemerintah yang lebih transparan, cepat, akuntabel, sekaligus efisien.
Melalui sistem tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat langsung memilih dan membeli berbagai kebutuhan, mulai dari alat tulis kantor, fasilitas kesehatan hingga material infrastruktur seperti aspal jalan, layaknya berbelanja di marketplace.Pun, seluruh harga produk telah ditampilkan secara terbuka sehingga menciptakan persaingan yang sehat antarpenyedia dan menutup peluang praktik negosiasi harga di luar mekanisme resmi.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, Rachmat Fitrianto, mengatakan penerapan E-purchasing merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk memangkas birokrasi pengadaan konvensional yang selama ini membutuhkan proses panjang.
"Melalui E-purchasing, proses pengadaan menjadi jauh lebih sederhana, cepat, dan transparan. Harga barang sudah tercantum secara terbuka sehingga perangkat daerah dapat memilih produk sesuai kebutuhan tanpa melalui proses negosiasi yang berlarut-larut," ujar Rachmat.
• Kabupaten Ngawi Resmi Miliki Lima Pusaka, Kyai Parikesit Jadi Koleksi Terbaru
• Bupati Ony Ajak Teladani Perjuangan Leluhur Lewat Ziarah Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668
• Pemkab Ngawi Dukung Program I-SEE, Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata Ramah Disabilitas
Hitung-hitungan efisiensi pun mulai terlihat dari implementasi sistem pengadaan di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Bagian PBJ per 30 Juni 2026, metode E-purchasing menjadi mekanisme yang paling banyak digunakan dengan total 1.534 paket bernilai Rp106,56 miliar. Rinciannya meliputi 844 paket pengadaan barang senilai Rp27,97 miliar, 16 paket pekerjaan konstruksi senilai Rp50,87 miliar, serta 674 paket jasa lainnya dengan nilai kontrak mencapai Rp27,72 miliar.
Selain itu, mekanisme tender telah menyelesaikan empat paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp4,34 miliar. Dari proses tersebut diperoleh efisiensi anggaran sekitar Rp376 juta atau 7,98 persen dari nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Sementara pengadaan langsung mencatat 122 paket dengan nilai kontrak Rp9,93 miliar, menghasilkan efisiensi sekitar Rp307,57 juta atau 3 persen. Dia menambahkan, transformasi digital pada sektor pengadaan barang dan jasa merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun tata kelola yang modern, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik.
"Harapan kami, seluruh perangkat daerah semakin optimal memanfaatkan E-purchasing. Selain mempercepat pelayanan kepada masyarakat, sistem ini juga memastikan setiap rupiah anggaran dibelanjakan secara efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Ngawi," pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : iLustrasi
*** : ----
Copyright : SNM