media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 02 Agustus 2026

Ngawi Masuk 20 Besar Nasional Realisasi Pendapatan Daerah, Belanja APBD Tiga Besar Jatim

Ngawi Masuk 20 Besar Nasional Realisasi Pendapatan Daerah, Belanja APBD Tiga Besar Jatim

SN Media™ Surabaya – Badan Keuangan Kabupaten Ngawi mengikuti Rapat Koordinasi Penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur pada 21 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi agar penyusunan perubahan anggaran berlangsung efektif, efisien, dan akuntabel.

Rapat koordinasi menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Hilman Rosada, serta perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti perangkat daerah yang membidangi pengelolaan keuangan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk menyamakan persepsi dalam menyusun Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. 

Dalam forum itu, pemerintah pusat menyampaikan berbagai kebijakan terkait penyusunan Perubahan APBD, strategi percepatan realisasi pendapatan dan belanja daerah, hingga langkah menghadapi dinamika fiskal sampai akhir tahun anggaran. Daerah juga diminta menjaga kualitas pengelolaan keuangan agar pelaksanaan program pembangunan tetap berjalan sesuai target. 

Hilman Rosada menegaskan, perubahan APBD harus menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas fiskal daerah sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan. 

"Perubahan APBD harus disusun secara cermat, adaptif terhadap dinamika yang berkembang, dan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas. Setiap daerah juga perlu mempercepat realisasi pendapatan dan belanja agar manfaat anggaran dapat segera dirasakan masyarakat," katanya. 

Pada kesempatan yang sama dipaparkan capaian realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah secara nasional berdasarkan data per 17 Juli 2026. Kabupaten Ngawi mencatat hasil membanggakan dengan masuk dalam 20 besar kabupaten di Indonesia untuk realisasi pendapatan daerah.

Tak hanya itu, di lingkup Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Ngawi juga menempati posisi tiga besar kabupaten dengan realisasi belanja daerah tertinggi. Capaian tersebut menjadi indikator komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mengoptimalkan pelaksanaan APBD melalui percepatan penyerapan anggaran yang tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Realisasi belanja yang tinggi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Terpisah, Sekretaris Badan Keuangan Kabupaten Ngawi, Mulat Setyo Hadi, mengatakan keikutsertaan dalam rapat koordinasi tersebut memberikan berbagai informasi strategis sebagai pedoman dalam penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. 

"Hasil rapat ini akan menjadi pedoman dalam menyusun Perubahan APBD yang adaptif dan tepat sasaran. Koordinasi dengan seluruh perangkat daerah juga akan terus diperkuat agar kualitas penganggaran tetap terjaga serta kinerja realisasi anggaran Kabupaten Ngawi dapat dipertahankan," ujarnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 01 Agustus 2026

Krisis Air Bersih Tak Cuma Ngawi, Warga Desa Ngrencak Trenggalek Terima Bantuan TNI

Krisis Air Bersih Tak Cuma Ngawi, Warga Desa Ngrencak Trenggalek Terima Bantuan TNI

SN Media™ Trenggalek – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur tak hanya dirasakan Kabupaten Ngawi. Memasuki puncak musim kemarau, warga Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, juga mulai menghadapi keterbatasan pasokan air bersih sehingga mendapat bantuan distribusi air dari lintas instansi, Sabtu (01/08/2026).

Sebagai langkah tanggap darurat, Koramil 0806-11/Panggul bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas serta PDAM Trenggalek menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak berkurangnya debit sumber air. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau berlangsung. 

Dalam kegiatan itu, sebanyak 8.000 liter air bersih diangkut dan didistribusikan langsung ke Desa Ngrencak. Penyaluran dipimpin Bati Wanwil Koramil 0806-11/Panggul, Serma Suhardjo, bersama personel BBWS Brantas dan PDAM Trenggalek agar bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. 

Serma Suhardjo menjelaskan kehadiran TNI dalam penyaluran bantuan merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak kekeringan. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu pihak sehingga diperlukan kerja sama lintas lembaga. 

"TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat warga menghadapi kesulitan. Bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait, kami berkomitmen memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kami kepada rakyat," ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah, BBWS Brantas, PDAM Trenggalek, serta pemerintah desa akan terus dilakukan guna memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila musim kemarau masih berlangsung dan kebutuhan air meningkat, distribusi bantuan akan kembali diupayakan sesuai kemampuan pasokan yang tersedia. 

Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat Desa Ngrencak. Warga memanfaatkan air bersih yang diterima untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan konsumsi sehari-hari. 

Proses distribusi berlangsung tertib dengan melibatkan aparat desa dan warga setempat sehingga pembagian air dapat berjalan lancar serta menjangkau penerima secara merata. 

Kolaborasi antara TNI, BBWS Brantas, PDAM Trenggalek, pemerintah daerah, dan pemerintah desa diharapkan mampu memperkuat penanganan dampak kekeringan. Sinergi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menjaga ketersediaan air bersih sekaligus membantu masyarakat bertahan menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: Arw
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Arw
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 31 Juli 2026

Dampak Kemarau Mulai Terasa di Ngawi, Warga Kiyonten Andalkan Air dari Dasar Sungai

Dampak Kemarau Mulai Terasa di Ngawi, Warga Kiyonten Andalkan Air dari Dasar Sungai

SN Media™ Ngawi - Sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau, salah satunya Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman. Selama sebulan terakhir, lebih dari 10 kepala keluarga mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur mereka mengering dan tidak lagi dapat digunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga terpaksa mencari sumber air alternatif. Sebagian memilih menggali lubang di dasar sungai untuk memperoleh rembesan air, sementara lainnya mengambil air dari sendang yang berada di kawasan hutan karena menjadi sumber air yang masih tersedia. Air yang diperoleh dari dasar sungai umumnya tampak keruh. 

Meski demikian, warga tetap memanfaatkannya karena tidak memiliki pilihan lain. Setibanya di rumah, air tersebut terlebih dahulu diendapkan dan disaring sebelum digunakan untuk minum, memasak, mandi, maupun mencuci. 

Salah seorang warga, Sutini, mengatakan kesulitan memperoleh air bersih sudah berlangsung sekitar satu bulan. Menurutnya, seluruh sumur di sekitar permukiman telah mengering sehingga warga bergantung pada rembesan air di dasar sungai.

"Sampai rumah nanti disaring karena kotor. Sudah sebulan ini sulit air," ujar Sutini.

Selain menggali dasar sungai, sebagian warga juga mengambil air dari sendang yang berada di tengah hutan. Mereka rela menempuh jarak lebih jauh agar kebutuhan air keluarga tetap terpenuhi. Hingga kini, warga mengaku belum menerima bantuan air bersih sehingga harus bertahan dengan sumber air yang ada. 

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Kasreman Shodiq Jumari Effendy mengatakan pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Permintaan bantuan tandon air telah diajukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Ngawi untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. 

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau. Salah satunya melalui usulan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh DPRKP. 

"Kami sudah mengajukan permintaan tandon air kepada BPBD dan DPRKP untuk membantu kebutuhan air bersih warga. Ke depan, kami juga akan mengusulkan pembangunan infrastruktur SPAM agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih memadai sehingga persoalan serupa dapat diminimalkan ketika musim kemarau kembali terjadi," kata Shodiq.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-jec
*** : ----
Copyright : SNM


Kamis, 30 Juli 2026

Jaga Kesehatan Anabul, Ngawi Gelar Posyandu Kucing Gratis dengan Beragam Layanan Pemeriksaan

Jaga Kesehatan Anabul, Ngawi Gelar Posyandu Kucing Gratis dengan Beragam Layanan Pemeriksaan

SN Media™ Ngawi - Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 diisi kegiatan Posyandu Kucing yang memberikan layanan kesehatan hewan secara gratis bagi warga Kabupaten Ngawi. Kegiatan digelar Dinas Perikanan dan Peternakan di Gedung Laboratorium Kesehatan Hewan.

Layanan tersebut ditujukan bagi para pencinta kucing untuk memastikan kondisi kesehatan hewan peliharaan sekaligus meningkatkan kesadaran pemilik agar rutin melakukan pemeriksaan. Sejumlah layanan disediakan, mulai General Check Up, pemeriksaan USG kucing, vaksinasi, pemberian vitamin, hingga pengobatan penyakit kulit. 

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi Eko Yudo Nurcahyo mengatakan, Posyandu Kucing menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 sekaligus sarana mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat. 

“Melalui kegiatan ini, pencinta kucing bisa mengetahui kondisi kesehatan hewan peliharaannya secara langsung. Pemeriksaan secara rutin penting dilakukan agar kesehatan kucing tetap terjaga,” ujar Eko, Kamis (30/07/2026). 

Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan kucing tidak hanya berkaitan dengan kondisi hewan, tetapi juga memiliki dampak terhadap kesehatan pemilik. Sebab, kucing termasuk hewan yang berpotensi membawa penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia.

Karena itu, pemilik kucing diimbau aktif memeriksakan hewan peliharaannya, baik melalui Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Peternakan maupun dokter hewan secara mandiri. 

“Zoonosis merupakan penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Maka, pemeriksaan kesehatan hewan perlu dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan sekaligus menjaga kesehatan lingkungan keluarga,” jelasnya. 

Pun pada pelaksanaan Posyandu Kucing kali ini, panitia menargetkan sebanyak 25 pemilik kucing untuk mendapatkan layanan. Setiap pemilik diperbolehkan membawa maksimal dua ekor kucing untuk diperiksa. 

Kegiatan tersebut mendapat sambutan dari warga yang memanfaatkan layanan untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan peliharaan. Salah satunya Bahrul Setiawan, warga Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, yang sengaja membawa kucingnya untuk mengikuti pemeriksaan. 

Menurut Bahrul, layanan pemeriksaan gratis tersebut memberikan kesempatan bagi pemilik hewan untuk lebih mudah mengontrol kesehatan kucing. Selain pemeriksaan, pemilik juga dapat memperoleh informasi mengenai kondisi dan perawatan hewan peliharaan. 

“Senang bisa ikut kegiatan ini, karena kami bisa mengontrol kesehatan kucing peliharaan. Jadi bisa mengetahui kondisinya dan lebih memperhatikan perawatannya,” kata Bahrul.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Rabu, 29 Juli 2026

Sekolah Rakyat Ngawi Diperkuat 14 Guru Reguler, Penugasan Tunggu Juknis Kemensos RI

Sekolah Rakyat Ngawi Diperkuat 14 Guru Reguler, Penugasan Tunggu Juknis Kemensos RI

SN Media™ Ngawi - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi menyiapkan 14 guru dari sekolah reguler untuk diperbantukan sementara mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Ngawi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik sesuai permintaan Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi Kabul Tunggul Winarno mengatakan, penugasan guru tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Ngawi terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat. 

"Kami mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat di Ngawi. Penugasan guru ini telah disiapkan agar proses pembelajaran di sekolah asal tetap berjalan normal, sehingga pelayanan kepada peserta didik tidak terganggu," katanya.

Kabul merinci, 14 guru yang diperbantukan terdiri atas tiga guru jenjang sekolah dasar (SD) dan 11 guru sekolah menengah pertama (SMP). Guru SD meliputi guru kelas, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta guru olahraga. Sementara itu, guru SMP berasal dari berbagai mata pelajaran untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di Sekolah Rakyat sejak awal operasional. 

Pun dalam pemilihan tenaga pendidik dilakukan dengan mempertimbangkan sistem zonasi. Guru yang diperbantukan diprioritaskan berdomisili paling dekat dengan lokasi Sekolah Rakyat maupun sekolah asal sehingga mobilitas lebih efisien dan penyesuaian jadwal mengajar lebih mudah dilakukan. 

Selain faktor domisili, pengaturan jadwal juga menjadi perhatian Dikbud Ngawi. Guru yang ditugaskan tetap menjalankan kewajibannya di sekolah asal sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah reguler tidak mengalami perubahan maupun kekurangan tenaga pengajar. Status para tenaga pendidik tersebut adalah guru bantu. 

Hingga kini, Dikbud Ngawi masih menunggu petunjuk teknis dari Kemensos RI mengenai tambahan insentif bagi guru yang diperbantukan. Ketentuan tersebut juga akan mengatur mekanisme penugasan, termasuk waktu mulai bertugas dan lamanya masa penempatan di Sekolah Rakyat. 

"Prinsipnya, pelaksanaan di daerah akan mengikuti petunjuk teknis dari Kemensos. Yang terpenting, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat terpenuhi tanpa mengganggu proses belajar mengajar di sekolah reguler," pungkas Kabul.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 28 Juli 2026

Maxim Bangun Rest Area Driver di Surabaya, Dilengkapi WiFi dan Charging Station Gratis

Maxim Bangun Rest Area Driver di Surabaya, Dilengkapi WiFi dan Charging Station Gratis

SN Media™ Surabaya – Maxim, salah satu penyedia layanan transportasi online di Indonesia, resmi meluncurkan program pembangunan jaringan area istirahat (rest area) bagi mitra pengemudi. Warkop Kupang Pojok di Surabaya menjadi lokasi pertama yang direnovasi sebagai proyek percontohan sebelum diperluas ke berbagai kota di Indonesia.

Program ini menjadi langkah baru Maxim dalam menghadirkan infrastruktur pendukung bagi mitra pengemudi. Inisiatif berskala nasional seperti ini juga menjadi yang pertama kali diwujudkan oleh Maxim sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesejahteraan, kenyamanan, dan produktivitas driver selama bekerja. 

Setiap hari, ribuan pengemudi transportasi online menghabiskan waktu antara 10 hingga 12 jam di jalan. Keterbatasan tempat istirahat yang nyaman dan terjangkau menjadi tantangan yang kerap dihadapi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kebugaran pengemudi, kualitas pelayanan, hingga keselamatan berkendara.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Maxim menghadirkan area istirahat yang dirancang sebagai ruang aman dan nyaman bagi para driver untuk melepas lelah, mengisi ulang energi, serta mempersiapkan diri sebelum kembali melayani pelanggan. Perusahaan meyakini bahwa pengemudi yang memiliki waktu istirahat memadai akan mampu memberikan layanan yang lebih baik sekaligus mendukung keselamatan penumpang. 

Renovasi Warkop Kupang Pojok meliputi pengecatan ulang area interior, pembaruan ruang makan, pembuatan mural berwarna cerah pada tiga sisi dinding, serta pemasangan plang baru agar lokasi lebih mudah dikenali. Selain itu, tersedia fasilitas Wi-Fi gratis dan charging station yang dapat dimanfaatkan pengemudi untuk mengisi daya berbagai perangkat elektronik. 

Kini, lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang istirahat yang mendukung aktivitas para driver. Head of Subdivision Maxim Surabaya, Rezal Gian Bachdar, mengatakan proyek tersebut merupakan tonggak penting bagi perusahaan. Menurutnya, Maxim ingin setiap mitra pengemudi merasa menjadi bagian dari keluarga besar perusahaan yang mendapatkan perhatian dan dukungan. 

"Bagi kami, tempat istirahat yang nyaman bukan sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan berkendara," ujarnya. 

Sambutan positif juga datang dari para driver. Mahmud, salah seorang mitra pengemudi Maxim, mengaku kini memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat, menikmati kopi, mengisi daya telepon genggam, hingga berbincang dengan sesama pengemudi. 

Sementara itu, pemilik Warkop Kupang Pojok, An Alex, menyebut jumlah driver yang datang meningkat setelah renovasi dan memberikan dampak positif bagi usahanya. 

Ke depan, Maxim akan mengevaluasi efektivitas proyek percontohan di Surabaya sebelum memperluas konsep serupa ke kota-kota lain. Perusahaan juga membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha lokal untuk menghadirkan lebih banyak titik istirahat yang bermanfaat bagi para mitra pengemudi di berbagai daerah.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

***
Editor : Asy
Foto/iLst : Maxim
*** : ----
Copyright : SNM


Senin, 27 Juli 2026

Bupati Ony: Ke Depan Ketua RT Akan Emban Tugas Tambahan Peduli Generasi

Bupati Ony: Ke Depan Ketua RT Akan Emban Tugas Tambahan Peduli Generasi

SN Media™ Ngawi - Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah menyalurkan insentif bagi Ketua RT dan Ketua RW se-Kabupaten Ngawi untuk semester pertama tahun 2026 pada pertengahan Juli lalu. Penyaluran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima sebagai bentuk apresiasi atas peran pengurus lingkungan sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap peran Ketua RT dan Ketua RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan. 

Menurutnya, keberadaan pengurus lingkungan memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban, memperkuat komunikasi warga, hingga mendukung berbagai program pembangunan di tingkat desa maupun kelurahan. 

Ony menjelaskan, ke depan pemerintah daerah juga akan menambah peran Ketua RT melalui dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Peduli Generasi. Program tersebut diawali dari lingkungan RT sebagai upaya membangun kepedulian bersama terhadap tumbuh kembang anak dan remaja. 

"Ke depan ada tambahan tugas bagi RT untuk mendukung Gerakan Masyarakat Peduli Generasi. Dimulai dari lingkungan RT agar anak-anak terjaga dari berbagai hal negatif, termasuk mengingatkan mereka agar tidak menggunakan sepeda motor sebelum waktunya serta mengantisipasi berbagai penyakit masyarakat sejak dini," ujar Ony.

Tambahnya, keterlibatan aktif Ketua RT akan memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi muncul di lingkungan. Dengan deteksi sejak awal, berbagai permasalahan di masyarakat diharapkan dapat ditangani lebih cepat melalui koordinasi bersama pemerintah desa, kelurahan, maupun instansi terkait. 

Ony juga menyampaikan, bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat melalui peran aktif pengurus lingkungan. Karena itu, pemerintah terus berupaya mening katkan kesejahteraan Ketua RT dan Ketua RW sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. 

"RT dan RW merupakan mitra pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Kami berharap insentif ini semakin memotivasi mereka untuk terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan masing-masing," katanya. 

Terpisah, Kepala DPMD Kabupaten Ngawi Budi Santoso menjelaskan penyaluran insentif semester pertama tahun 2026 telah dilaksanakan pada pertengahan Juli lalu dengan mekanisme transfer langsung ke rekening Ketua RT maupun Ketua RW. 

Setiap penerima memperoleh insentif sebesar Rp300 ribu per bulan. Karena dibayarkan untuk enam bulan sekaligus, maka total yang diterima masing-masing sebesar Rp1,8 juta. 

"Penyaluran melalui transfer langsung kami lakukan agar proses pencairan lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan. Kami berharap insentif ini dapat menjadi penyemangat bagi Ketua RT dan Ketua RW dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah daerah," terang Budi.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 26 Juli 2026

Isu Mutasi ASN Ngawi Menguat, Pemkab Segera Isi Lima Kepala OPD

Isu Mutasi ASN Ngawi Menguat, Pemkab Segera Isi Lima Kepala OPD

SN Media™ Ngawi - Isu mutasi, rotasi, dan promosi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali mengemuka. Pemkab mulai mempersiapkan pengisian sejumlah jabatan strategis yang selama ini masih kosong melalui mekanisme uji kompetensi berbasis manajemen talenta. Langkah tersebut direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, membenarkan bahwa proses tersebut telah memasuki tahap asesmen untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Menurutnya, seleksi dilakukan guna memperoleh pejabat yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD). 

 “Saat ini kami membuka asesmen pelaksanaan uji kompetensi teknis pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama melalui manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Harapannya, pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik,” ujar Ony.

Pun dalam tahap awal, terdapat lima OPD yang akan segera mendapatkan pimpinan definitif. Kelima jabatan tersebut meliputi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Sekretaris DPRD Kabupaten Ngawi. 

Selain lima posisi tersebut, Pemkab Ngawi juga menyiapkan pengisian sejumlah jabatan penting lain yang hingga kini masih kosong. Di antaranya Kepala Badan Keuangan, Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta beberapa jabatan lain yang saat ini masih diisi pelaksana tugas. Sejatinya pada level eselon II, kekosongan jabatan juga terjadi di sejumlah posisi eselon III. 

Jabatan Kepala Bagian Hukum, Camat Gerih, dan Camat Jogorogo masih dijalankan oleh pelaksana tugas. Pemkab juga berencana melakukan pengisian kepala sekolah tingkat SD maupun SMP yang masih belum definitif agar roda organisasi berjalan lebih optimal. 

Sementara itu, jabatan Inspektur Inspektorat Kabupaten Ngawi juga dipastikan akan segera diisi. Pasalnya, pejabat yang saat ini menduduki posisi tersebut akan memasuki masa pensiun pada Agustus mendatang sehingga proses penggantian disiapkan lebih awal agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan. 

Ony menegaskan seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan sistem merit. Ia berharap proses seleksi dapat menghasilkan pejabat yang mampu memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

 “Rencananya seluruh pengisian jabatan yang kosong akan kami laksanakan pada awal Agustus. Kami ingin setiap posisi ditempati ASN terbaik berdasarkan kompetensi, sehingga pemerintahan dapat berjalan semakin efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News 

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Peringatan bagi Orang Tua, 57 Anak di Ngawi Ajukan Dispensasi Nikah

Peringatan bagi Orang Tua, 57 Anak di Ngawi Ajukan Dispensasi Nikah

SN Media™ Ngawi - Sebanyak 48 permohonan dispensasi nikah diajukan di Kabupaten Ngawi hingga Juli 2026. Permohonan tersebut melibatkan 57 anak di bawah umur dan menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada keluarga.

Data DP3AKB Kabupaten Ngawi menunjukkan, dari 57 anak yang tercatat dalam pengajuan dispensasi tersebut, sebanyak 46 merupakan perempuan dan 11 lainnya laki-laki. Berdasarkan latar belakangnya, 27 permohonan berkaitan dengan kehamilan sebelum menikah, 20 perkara diajukan tanpa adanya kehamilan, sedangkan satu kasus terjadi setelah pasangan telah memiliki anak. 

Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi, dr. Nugraha Ningrum, menilai angka tersebut tidak sekadar menggambarkan tingginya dispensasi kawin, tetapi juga menjadi sinyal masih rentannya anak terhadap berbagai persoalan yang mengancam keselamatan dan masa depannya. 

"Kami melihat dispensasi kawin hanyalah dampak akhir. Yang perlu mendapat perhatian adalah penyebabnya. Ketika anak sampai harus menikah di usia yang belum semestinya, berarti ada persoalan yang harus dicegah jauh lebih awal, terutama terkait perlindungan anak dari kekerasan maupun perilaku seksual berisiko," ujarnya. 

Menurut dia, pola kasus yang kini muncul menunjukkan usia anak yang terlibat semakin muda. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di dalam keluarga sebagai tempat pertama anak memperoleh pendidikan, pengawasan, dan perlindungan.

Pun sebagai langkah pencegahan, DP3AKB terus memperluas program penguatan parenting hingga tingkat desa. Melalui kegiatan tersebut, para orang tua diberikan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tepat, pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan anak, hingga cara mengenali perubahan perilaku yang dapat menjadi tanda munculnya persoalan. 

Upaya tersebut juga dibarengi dengan sosialisasi mengenai ketentuan batas minimal usia perkawinan, yakni 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Aturan itu diharapkan mampu melindungi hak anak untuk menyelesaikan pendidikan, menjaga kesehatan reproduksi, serta mempersiapkan masa depan yang lebih matang sebelum membangun rumah tangga. 

dr. Ning menegaskan, keberhasilan menekan angka perkawinan usia anak tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam kehidupan sehari-hari anak. 

"Jangan menunggu anak bercerita ketika masalah sudah terjadi. Orang tua harus hadir sebagai tempat yang nyaman untuk berdiskusi, memahami perubahan perilaku anak, mengawasi lingkungan pergaulannya, serta memberikan pendampingan sejak memasuki masa remaja. Dengan cara itu, risiko kekerasan seksual maupun perkawinan usia anak dapat ditekan," tutupnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM