SN-Media™ Ngawi - Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Ngawi tahun 2026 dipastikan tetap mengacu regulasi terbaru. Pemerintah menegaskan penyaluran hanya bagi petani yang namanya tercantum dalam e-RDKK 2026 agar alokasi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Hendro Budi Suryawan, menyampaikan total alokasi pupuk bersubsidi tahun ini mencapai puluhan ribu ton untuk mendukung kebutuhan petani berbagai komoditas strategis.Rinciannya, pupuk Urea memperoleh jatah 41.661 ton, NPK 31.599 ton, pupuk organik 5.314 ton, serta ZA khusus tebu 132 ton. Pemerintah juga menyiapkan NPK formula khusus kakao sebanyak lima ton.
“Mekanisme distribusi tetap berpedoman pada Permendag Nomor 4 Tahun 2023, Perpres Nomor 113 Tahun 2025, serta Permentan Nomor 15 Tahun 2025 sebagai landasan hukum penyaluran pupuk bersubsidi,” jelas Hendro lewat aplikasi chat, Selasa (17/02/2026).
Ia menegaskan, pupuk bersubsidi hanya dapat ditebus petani yang terdaftar dalam e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) 2026. Data tersebut menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan volume dan identitas penerima.
“Untuk kebutuhan maksimal per hektare lahan, mengacu e-RDKK 2026, petani dapat memperoleh Urea 250 kilogram, NPK 300 kilogram, pupuk organik 100 kilogram, serta ZA 108 kilogram sesuai ketentuan berlaku,” jelasnya lagi.
Dapat disampaikan, adapun Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi merujuk Permentan Nomor 117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Urea ditetapkan Rp1.800 per kilogram, NPK Rp1.840 per kilogram, dan NPK formula khusus Rp2.640 per kilogram. Sementara pupuk ZA dipatok Rp1.360 per kilogram dan pupuk organik Rp640 per kilogram.
Pemerintah daerah berharap kepastian alokasi dan harga ini mampu menjaga produktivitas pertanian Ngawi tetap stabil, mengingat Ngawi merupakan lumbung pangan yang berperan penting dalam menopang ketahanan pangan secara nasionanal.
“Dengan adanya kepastian alokasi dan harga, diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian Ngawi tetap terjaga secara berkelanjutan demi memperkuat peran daerah sebagai lumbung pangan,” pungkasnya.
Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM