SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) resmi menutup pelatihan pemagangan kerja kejuruan menjahit upper sepatu bagi calon tenaga kerja, pada Jumat (17/07/2026) lalu. Program hasil kerja sama dengan PT Dwi Prima Sentosa II tersebut diikuti 50 peserta yang seluruhnya dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelatihan yang berlangsung sejak 23 Juni hingga 17 Juli 2026 itu dirancang ramah disabilitas sehingga membuka kesempatan yang setara bagi seluruh pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri. Selama pelatihan, peserta menerima materi teori sekaligus praktik yang dibimbing instruktur dari LPK Sinergi Bisnis Abadi Madiun dengan standar pembelajaran mengacu pada kebutuhan perusahaan.Kepala Bidang Tenaga Kerja DPPTK Kabupaten Ngawi, Supriyadi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar lebih siap memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif.
"Melalui pelatihan ini kami ingin membekali para pencari kerja dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri. Dengan kompetensi tersebut, peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan tentu akan semakin besar," ujarnya, lewat aplikasi chat, Senin (20/07/2026)
Selama hampir satu bulan pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran mulai dari pengenalan material, teknik menjahit upper sepatu, penggunaan mesin industri, pengendalian kualitas produk, hingga pembentukan disiplin dan budaya kerja yang menjadi standar perusahaan manufaktur.
Materi praktik diberikan secara intensif agar peserta terbiasa dengan proses produksi yang sesungguhnya. Selain memperoleh pengalaman belajar langsung, peserta juga mengikuti uji kompetensi sebagai syarat mendapatkan sertifikat BNSP. Sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan yang dimiliki telah memenuhi standar kompetensi nasional dan dapat digunakan sebagai nilai tambah ketika melamar pekerjaan.
Dia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan akan terus diperkuat untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing tinggi sekaligus menjawab kebutuhan industri di berbagai sektor.
"Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk bekerja di perusahaan maupun membuka peluang usaha mandiri. Ke depan, DPPTK akan terus menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan industri agar semakin banyak pencari kerja di Kabupaten Ngawi yang memiliki kompetensi dan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak," pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Din
*** : ----
Copyright : SNM