SN Media™ Ngawi – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ngawi melaksanakan Survei Kondisi Jalan (SKJ) untuk memetakan tingkat kerusakan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan infrastruktur jalan. Survei tahunan ini mencakup 748 kilometer jalan yang terbagi dalam 269 ruas.
Pelaksanaan survei melibatkan pihak ketiga untuk mendata kondisi seluruh ruas jalan kabupaten. Hasilnya akan menjadi gambaran terbaru mengenai tingkat kerusakan jalan, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat, beserta rekomendasi penanganan yang diperlukan.
Kabid Bina Marga PUPR Ngawi, Muhammad Fauzi Amir Rachman, mengatakan SKJ menjadi dasar untuk mengetahui kondisi setiap ruas sekaligus menentukan langkah perbaikan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Survei kondisi jalan ini memang rutin kita laksanakan setiap tahun. Nantinya, hasil survei berupa data kondisi setiap ruas, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat, sekaligus rekomendasi penanganannya," jelas Fauzi.
Sementara titik dengan kerusakan ringan cukup ditangani melalui pengaspalan tanpa harus menggunakan metode perbaikan yang sama. Pemetaan ini diharapkan membantu penyusunan kebutuhan penanganan jalan secara lebih terarah. Dengan begitu, rekomendasi teknis yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam menentukan jenis perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan di lapangan.
Kembali ditegaskannya, hasil lengkap SKJ ditargetkan keluar pada akhir tahun. Laporan akhir nantinya memuat data kemantapan jalan, rincian kondisi setiap ruas, dokumentasi video, serta laporan cetak atau hardcopy.
Tingkat kemantapan jalan Kabupaten Ngawi pada 2025 tercatat sebesar 96,78 persen. Capaian ini menjadi salah satu acuan untuk melihat perkembangan kondisi jalan pada tahun berikutnya. Meski diperkirakan meningkat, persentase kemantapan jalan pada 2026 belum dapat dipastikan sebelum seluruh proses survei rampung. Hasil akhir diperlukan untuk mengetahui angka kemantapan sekaligus memetakan kebutuhan perbaikan selanjutnya.
"Untuk kemantapan tahun 2025 berada di angka 96,78 persen. Tahun 2026 pasti naik, tetapi kita menunggu hasil survei final terlebih dahulu agar bisa mengukur secara pasti berapa angkanya. Dari survei ini juga langsung diketahui penanganan ke depan harus seperti apa," pungkasnya,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM