media online pemberitaan kabupaten ngawi
Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 13 Mei 2026

Gerakan Indonesia ASRI Perkuat Budaya Bersih di Kantor Pemerintahan Kabupaten Ngawi

Gerakan Indonesia ASRI Perkuat Budaya Bersih di Kantor Pemerintahan Kabupaten Ngawi

SN Media™ Ngawi - Gerakan Indonesia ASRI yang digulirkan pemerintah pusat mulai diterapkan di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Ngawi. Program yang menekankan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah tersebut dijalankan OPD hingga pemerintah desa melalui kerja bakti rutin.

Pelaksanaan kegiatan itu mengacu Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 800/.2.4.2/976/404.310/2026. Dalam penerapannya, setiap OPD maupun kantor pemerintahan desa melaksanakan kerja bakti sedikitnya dua kali dalam sepekan. 

Meski hari pelaksanaan tidak sama, kegiatan tersebut dipastikan rutin berjalan di lingkungan kantor masing-masing. Kerja bakti dilakukan dengan membersihkan halaman kantor, merapikan taman, mengangkat sampah, hingga membersihkan saluran air sekitar area kerja. 

Suasana gotong royong itu melibatkan ASN serta perangkat desa secara bersama-sama. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut mampu membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menciptakan kawasan perkantoran yang bersih dan tertata. 

Pun, Inspektorat Kabupaten Ngawi turut menjalankan Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian pembiasaan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja. Kegiatan tersebut dilakukan rutin oleh seluruh pegawai di lingkungan kantor Inspektorat. 

Kepala Inspektorat Kabupaten Ngawi, Yulianto Kusprasetyo, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kantor yang bersih, sehat, serta tertata rapi melalui budaya kerja bakti bersama. 

“Sebagai APIP, kami juga berkewajiban memberi contoh kedisiplinan menjaga lingkungan kerja agar tetap nyaman dan mendukung aktivitas pelayanan maupun pengawasan sehari-hari,” ujar Yulianto. 

Ia menjelaskan, pelaksanaan kerja bakti di lingkungan Inspektorat dilakukan dua kali setiap pekan dengan pembagian lokasi berbeda. Hari Selasa difokuskan membersihkan area dalam kantor, sedangkan Jumat menyasar lingkungan luar sekitar kantor. 

Menurutnya, penerapan Gerakan Indonesia ASRI di lingkungan perkantoran diharapkan mampu membangun kebiasaan positif pegawai dalam menjaga kebersihan serta memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas pemerintah daerah. 

“Lingkungan kantor yang bersih akan membuat suasana kerja lebih nyaman dan tertata. Karena itu, kegiatan seperti ini penting dijaga secara rutin dan berkelanjutan,” pungkasnya. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok Inspektorat Ngawi
*** : ----
Copyright : SNM


Selasa, 12 Mei 2026

Perangi Rokok Ilegal dari Desa, Satpol PP Ngawi Gencarkan Edukasi Tatap Muka

Perangi Rokok Ilegal dari Desa, Satpol PP Ngawi Gencarkan Edukasi Tatap Muka

SN Media™ Ngawi - Satpol PP Kabupaten Ngawi terus memperluas edukasi mengenai peredaran rokok ilegal melalui kegiatan sosialisasi tatap muka yang menyasar masyarakat desa, termasuk yang berlangsung di Desa Budug, Kecamatan Kwadungan.

Kegiatan tersebut menghadirkan masyarakat, tokoh lingkungan, perangkat desa, hingga kepala desa setempat guna memperkuat pemahaman warga mengenai bahaya peredaran barang kena cukai ilegal yang masih ditemukan beredar di sejumlah wilayah pedesaan. 

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Ngawi menggandeng narasumber dari Bea Cukai Madiun untuk memberikan penjelasan langsung terkait ciri-ciri rokok ilegal, ketentuan cukai resmi, serta dampak hukum bagi pelaku distribusi maupun penjualnya. 

Panitia pelaksana kegiatan, Supriyanto, menyampaikan sosialisasi tersebut menjadi langkah preventif pemerintah daerah guna mempersempit ruang peredaran rokok ilegal yang belakangan kerap menyasar masyarakat desa dengan harga murah. 

“Harapan kami, masyarakat desa memahami ciri rokok ilegal dan segera melapor apabila menemukan peredarannya kepada Satpol PP maupun Bea Cukai Madiun,” ujarnya, Selasa (12/05/2026). 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan karena pengawasan tidak dapat sepenuhnya dilakukan aparat pemerintah. Warga desa dinilai memiliki peran penting untuk mendeteksi lebih awal peredaran rokok tanpa pita cukai resmi di lingkungan masing-masing. 

Selain membahas ketentuan cukai, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai dampak kesehatan akibat konsumsi rokok ilegal yang diproduksi tanpa memenuhi standar pengawasan sebagaimana produk legal berizin resmi. 

Pun ditegaskannya, keberadaan rokok ilegal tidak hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, namun juga berpotensi membahayakan konsumen lantaran proses produksinya tidak melewati pengawasan kualitas sebagaimana mestinya. 

“Kalau masyarakat semakin sadar, ruang gerak peredaran rokok ilegal tentu bisa dipersempit bahkan dihilangkan perlahan dari tengah masyarakat,” imbuhnya. 

Melalui kegiatan tersebut, Satpol PP Ngawi berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga peredaran rokok ilegal dapat ditekan bersama, sekaligus menjaga ketertiban serta melindungi kesehatan warga dari produk yang tidak memenuhi standar. (***) 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ADV Cukai Kominfo Ngawi
Copyright : SNM


Senin, 11 Mei 2026

Dinkes Ngawi Pastikan Enam Petani Terinfeksi Leptospirosis Kini Telah Sembuh

Dinkes Ngawi Pastikan Enam Petani Terinfeksi Leptospirosis Kini Telah Sembuh

SN Media™ Ngawi – Penyakit leptospirosis sempat ditemukan merambah sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi selama awal hingga Mei 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat enam warga terinfeksi penyakit akibat bakteri leptospira, namun seluruh pasien kini dinyatakan sembuh setelah menjalani penanganan medis intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nur Fachrudin, menyampaikan seluruh penderita yang tercatat merupakan petani aktif. Penularan diduga terjadi saat bekerja di area persawahan tanpa perlindungan memadai, terutama ketika terdapat luka terbuka pada bagian kaki maupun tangan. 

Menurut Heri, bakteri leptospira berasal dari urine tikus yang mencemari genangan air sawah. Kondisi area pertanian yang lembap serta populasi tikus cukup tinggi membuat potensi penyebaran penyakit tersebut perlu diwaspadai masyarakat, khususnya petani yang rutin beraktivitas di sawah. 

“Gejala awal leptospirosis kerap menyerupai penyakit biasa. Penderita umumnya mengalami panas mendadak, nyeri otot pada bagian paha dan betis, disertai rasa mual yang sering dianggap sekadar kelelahan setelah bekerja,” terang Heri, Senin (11/05/2026). 

Ia kembali mengingatkan, bila tidak segera ditangani menggunakan antibiotik khusus, infeksi leptospira dapat berkembang menjadi lebih serius. Kondisi paling berat biasanya ditandai perubahan warna kekuningan pada mata akibat gangguan organ tubuh, terutama fungsi ginjal yang mulai mengalami penurunan. 

Dinas Kesehatan Ngawi memastikan keenam pasien tersebut telah melewati masa perawatan dan saat ini berada dalam kondisi sehat. Penanganan cepat dari tenaga medis disebut membantu proses pemulihan pasien sehingga risiko komplikasi berat dapat dicegah sejak awal pemeriksaan dilakukan.

Berdasarkan data Dinkes Ngawi, kasus leptospirosis tersebar di beberapa wilayah pelayanan puskesmas. Rinciannya meliputi Ngrambe satu kasus, Tambakboyo satu kasus, Mantingan satu kasus, Karanganyar dua kasus, serta Sine yang turut mencatat satu penderita pada tahun ini. 

Munculnya kasus tersebut membuat Dinkes Ngawi kembali mengingatkan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Langkah sederhana seperti membersihkan lingkungan rumah hingga menekan keberadaan sarang tikus dinilai membantu mengurangi risiko penularan penyakit berbahaya tersebut. 

“Bagi warga khususnya petani diminta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun air tercemar. Setelah beraktivitas di sawah, masyarakat dianjurkan segera mencuci kaki dan tangan menggunakan sabun agar bakteri tidak mudah masuk melalui luka terbuka,” pungkasnya.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Minggu, 10 Mei 2026

Pemdes Kayutrejo Perkuat Perlindungan Sosial Warga Melalui BLT Dana Desa 2026

Pemdes Kayutrejo Perkuat Perlindungan Sosial Warga Melalui BLT Dana Desa 2026

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Desa Kayutrejo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi mulai menggulirkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahun 2026 kepada warga penerima manfaat melalui skema pencairan triwulan pertama yang dibayarkan sekaligus tiga bulan berjalan.

Penyaluran bantuan sosial tersebut diberikan kepada 21 Keluarga Penerima Manfaat atau KPM dengan nominal Rp200 ribu setiap bulan. Karena dicairkan sekaligus selama triwulan pertama, masing-masing penerima memperoleh total bantuan Rp600 ribu. 

Kepala Desa Kayutrejo Mashuri mengatakan, bantuan tersebut menjadi bagian program perlindungan sosial desa yang tetap diprioritaskan pemerintah pusat melalui penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2026 demi menjaga daya tahan ekonomi masyarakat. 

Menurut dia, seluruh penerima bantuan sudah melalui tahapan verifikasi serta penetapan dalam musyawarah desa khusus atau musdesus bersama unsur pemerintah desa, kelembagaan masyarakat, pendampingan, hingga perwakilan tokoh lingkungan setempat secara terbuka. 

“Penetapan penerima tidak dilakukan sembarangan. Semua sudah dibahas melalui musdesus agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan dan sesuai ketentuan penggunaan Dana Desa tahun 2026,” ujarnya. 

Ditambahkannya, bahwa pemerintah desa tetap mengacu regulasi prioritas nasional, terutama berkaitan penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan desa, percepatan penanganan stunting, hingga peningkatan layanan kesehatan dasar masyarakat desa setempat. 

Dalam aturan penggunaan Dana Desa tahun ini, alokasi Bantuan Langsung Tunai Desa maksimal mencapai 15 persen dari total pagu anggaran desa. Ketentuan tersebut menjadi dasar pemerintah desa menentukan besaran serta jumlah penerima bantuan. 

Mashuri menyebut, bantuan tunai tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan pokok warga penerima, terutama kelompok lanjut usia, keluarga berpenghasilan rendah, serta masyarakat yang masih masuk kategori rentan secara ekonomi maupun kesehatan keluarga. 

“Harapan kami, bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan utama rumah tangga, bukan keperluan konsumtif yang kurang mendesak,” katanya. 

Melalui penyaluran BLT DD tersebut, pemerintah desa berharap stabilitas sosial masyarakat tetap terjaga sekaligus membantu warga menghadapi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih memerlukan perhatian bersama seluruh unsur pemerintahan desa.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-des
*** : ----
Copyright : SNM


Sabtu, 09 Mei 2026

Pameran Persit Bisa Vol II Dipadati Pengunjung Pemburu Produk Kreatif Nusantara

Pameran Persit Bisa Vol II Dipadati Pengunjung Pemburu Produk Kreatif Nusantara

SN Media™ Jakarta – Kartika Expo Center di Balai Kartini terus ramai dipadati pengunjung sejak pagi hari. Arus kedatangan masyarakat tampak tak berhenti memasuki arena pameran “Persit Bisa Vol. II”, Sabtu (09/05/2026).

Suasana hangat langsung terasa di sepanjang area pameran. Percakapan pengunjung, antusiasme pembeli, hingga senyum para penjaga stan menciptakan nuansa penuh semangat yang menghidupkan kegiatan UMKM perempuan Indonesia tersebut. 

Pameran yang berlangsung mulai 7 Mei 2026 itu bukan sekadar ruang promosi produk kreatif. Kegiatan tersebut juga menjadi panggung pembuktian kemampuan anggota Persit Kartika Chandra Kirana dalam mengembangkan usaha produktif bernilai ekonomi tinggi. 

Berbagai produk unggulan dipamerkan dengan konsep menarik dan tertata rapi. Setiap stan menghadirkan cerita tentang ketelatenan, kreativitas, serta semangat perempuan dalam menghasilkan karya berkualitas yang mampu bersaing di pasaran modern. 

Keramaian paling mencolok terlihat di booth nomor 20, 29, 33, 34, dan 60. Sejak siang, area tersebut dipenuhi pengunjung yang ingin melihat langsung koleksi produk unggulan hasil karya anggota Persit. Salah satu produk yang paling menyita perhatian ialah tas kulit handmade berpadu kain tenun tradisional. 

Perpaduan unsur modern dan motif khas Nusantara menghadirkan tampilan elegan yang sesuai tren fashion masa kini. Selain produk tas, wastra Nusantara berupa kain batik dan tenun dari berbagai daerah turut menarik minat pengunjung. Kualitas bahan yang baik dipadukan desain eksklusif membuat produk tersebut banyak diminati pembeli. 

Di stan lainnya, kain ecoprint bermotif dedaunan alami tergantung rapi dan menghadirkan kesan artistik berbeda. Sementara daster bordir dengan desain modern menjadi incaran pengunjung perempuan yang mencari busana nyaman namun tetap elegan. 

Tidak sedikit pengunjung mengaku terkejut mengetahui seluruh produk diproduksi langsung anggota Persit. Kreativitas serta detail pengerjaan yang rapi dinilai mampu menghadirkan kualitas produk premium berstandar pasar modern. 

“Jujur, saya kaget banget sama kualitasnya. Tas Mithlabs yang saya beli detailnya rapi sekali dan tidak kalah dengan produk mal,” ujar Testi, salah seorang pengunjung usai berbelanja di lokasi pameran. 

Selain menghadirkan produk kreatif, pameran tersebut juga menyediakan sistem transaksi modern. Seluruh pembayaran di setiap stan telah mendukung layanan digital QRIS sehingga pengunjung dapat berbelanja dengan lebih praktis dan cepat. 

Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah produk favorit cepat habis terjual. Bahkan, beberapa pengunjung memilih datang lebih awal demi memperoleh koleksi terbatas yang jumlah produksinya tidak banyak tersedia. 

Lebih dari sekadar aktivitas perdagangan, “Persit Bisa Vol. II” menjadi gambaran nyata bahwa perempuan Indonesia mampu terus tumbuh melalui kreativitas. Karya yang dihasilkan tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga berdaya saing ekonomi tinggi. (*) 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Penrem 083/Bdj
Editor : Asy
Foto/iLst : Penrem 083/Bdj
*** : (Penrem 083/Bdj)
Copyright : SNM


Pemdes Kedunggudel Gulirkan BLT DD Januari-Maret bagi Warga Prioritas Desa

Pemdes Kedunggudel Gulirkan BLT DD Januari-Maret bagi Warga Prioritas Desa

SN Media™ Ngawi - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa atau BLT DD tahun 2026 tetap mengacu ketentuan pemerintah pusat terkait penggunaan Dana Desa guna mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem serta menjaga ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kebijakan tersebut menjadi dasar pemerintah desa dalam menentukan penerima bantuan secara selektif melalui musyawarah desa khusus agar program perlindungan sosial benar-benar diterima warga yang membutuhkan serta sesuai aturan yang berlaku. 

Pemerintah Desa Kedunggudel, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi menetapkan sebanyak lima Keluarga Penerima Manfaat atau KPM BLT DD tahun 2026 setelah melalui pembahasan bersama unsur pemerintah desa, BPD, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat setempat. 

Penetapan penerima manfaat dilakukan secara terbuka melalui musdesus guna memastikan bantuan yang bersumber dari Dana Desa tersebut tepat sasaran serta tidak menimbulkan persoalan maupun kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat desa. 

Pada penyaluran kali ini, BLT DD diberikan sekaligus untuk tiga bulan mulai Januari hingga Maret 2026. Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp200 ribu setiap bulan sehingga total diterima mencapai Rp600 ribu. 

Kepala Desa Kedunggudel, Mas’udi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga kurang mampu agar kebutuhan dasar masyarakat tetap tercukupi di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan perhatian bersama. 

Menurut dia, seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan serta pembahasan bersama dalam musyawarah desa khusus sehingga pemerintah desa memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang dinilai layak menerima. 

“Semua penerima sudah ditetapkan melalui musyawarah bersama unsur terkait. Kami berusaha menjaga agar bantuan ini tepat sasaran serta dapat membantu kebutuhan pokok masyarakat penerima manfaat,” terangnya. 

Pun ia menambahkan penggunaan Dana Desa tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur desa semata, melainkan juga mendukung program perlindungan sosial demi menjaga kesejahteraan masyarakat di lingkungan pedesaan setempat. 

“Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak digunakan untuk hal kurang penting, sebab tujuan utamanya membantu kebutuhan keluarga agar tetap tercukupi,” pungkas Mas’udi.

 Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-des
*** : ----
Copyright : SNM


Jumat, 08 Mei 2026

Pemdes Kauman Widodaren Pastikan BLT DD Tepat Sasaran bagi Warga Kurang Mampu

Pemdes Kauman Widodaren Pastikan BLT DD Tepat Sasaran bagi Warga Kurang Mampu

SN Media™ Ngawi - Pemdes Kauman, Kecamatan Widodaren, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa kepada 20 keluarga penerima manfaat. Bantuan sebesar Rp600 ribu itu dicairkan sekaligus untuk alokasi Januari hingga Maret 2026 di balai desa setempat.

Program tersebut menjadi bagian intervensi pemerintah pusat dalam menekan kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan. Melalui kebijakan itu, desa diwajibkan mengalokasikan sebagian dana desa guna membantu kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. 

Kepala Desa Kauman, Sudarmanto, mengatakan penyaluran BLT DD dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah desa terhadap warga yang membutuhkan. Menurutnya, bantuan tunai tersebut diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran harian keluarga penerima. 

Ia menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan Rp200 ribu per bulan. Namun pencairannya diberikan tiga bulan sekaligus, sehingga masing-masing penerima membawa pulang total bantuan senilai Rp600 ribu. 

“Penetapan keluarga penerima manfaat BLT DD telah melalui musyawarah desa khusus atau musdesus bersama unsur terkait. Langkah itu dilakukan agar bantuan benar-benar diterima warga kurang mampu yang memang membutuhkan perhatian pemerintah desa,” jelasnya. 

Sudarmanto menambahkan, selain membantu kebutuhan pangan, bantuan tunai tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan penting lainnya. Pemdes juga meminta warga menggunakan bantuan secara bijak dan terukur sesuai kebutuhan keluarga. 

Masih lanjutnya, keberadaan BLT DD hingga kini masih menjadi penopang bagi sebagian warga desa di tengah kebutuhan pokok yang terus bergerak. Karena itu, pemerintah desa berharap bantuan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak. 

Melalui penyaluran tersebut, pemerintah desa berharap kesejahteraan masyarakat berangsur membaik dan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan. Program BLT DD pun diharapkan terus memberi manfaat nyata bagi warga pedesaan.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok-des
*** : ----
Copyright : SNM


Insentif RT dan RW se-Ngawi Semester Pertama 2026 Diperkirakan Cair Juni Mendatang

Insentif RT dan RW se-Ngawi Semester Pertama 2026 Diperkirakan Cair Juni Mendatang

SN Media™ Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah mempersiapkan penyaluran insentif bagi Ketua RT dan Ketua RW se-Kabupaten Ngawi untuk semester pertama tahun 2026. Pencairan bantuan tersebut diperkirakan berlangsung pada Juni mendatang.

Kepala DPMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso, menyampaikan hingga memasuki pekan pertama Mei, proses administrasi masih berjalan. Tahapan itu meliputi pembaruan data penerima lantaran terdapat pergantian pengurus RT maupun RW di sejumlah wilayah desa dan kelurahan. 

“Perubahan kepengurusan turut berdampak pada penyesuaian nomor rekening penerima. Hal itu dilakukan sebab dana insentif disalurkan langsung ke rekening masing-masing Ketua RT maupun Ketua RW, sehingga validasi data harus dipastikan benar sebelum pencairan dilaksanakan,” terang dia, Kamis (07/05/2026). 

Kembali dijelaskannya, bahwa besaran insentif yang diterima pengurus lingkungan tersebut mencapai Rp300 ribu setiap bulan. Dengan skema pembayaran enam bulan sekaligus, maka total dana yang diterima masing-masing penerima manfaat mencapai Rp1,8 juta per orang. 

Ia menuturkan, anggaran insentif tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngawi tahun 2026. Program itu tetap menjadi bagian perhatian pemerintah daerah guna mendukung peran pengurus lingkungan dalam pelayanan kemasyarakatan sehari-hari. 

Selain bantuan dari APBD, para Ketua RT dan RW juga memperoleh tambahan operasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau APBDes sebesar Rp100 ribu. Dana operasional tersebut digunakan menunjang kegiatan lingkungan, termasuk salah satunya pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. 

“Keberadaan insentif tersebut diharapkan mampu menambah semangat pengurus RT maupun RW dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan. Sebab, peran mereka selama ini menjadi ujung tombak pelayanan warga, mulai pendataan administrasi hingga menjaga kondusivitas lingkungan,” pungkas Budi.  

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Dam
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM


Pemdes Kersoharjo Antar BLT DD Langsung ke Rumah Penerima yang Berhalangan Hadir

Pemdes Kersoharjo Antar BLT DD Langsung ke Rumah Penerima yang Berhalangan Hadir

SN Media™ Ngawi - Pemerintah Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa tahun 2026 kepada warga penerima manfaat. Bantuan tersebut dicairkan untuk tiga bulan sekaligus dengan nominal Rp600 ribu bagi masing-masing penerima manfaat.

Kepala Desa Kersoharjo, Edi Mulyono, menyebut penyaluran BLT DD tahun ini diberikan kepada 14 penerima manfaat. Masing-masing memperoleh bantuan Rp200 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus untuk triwulan pertama agar lebih memudahkan proses penyaluran. 

Menurut Edi, penetapan penerima bantuan telah melalui Musyawarah Desa Khusus yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hasil pembahasan kemudian disepakati bersama supaya bantuan benar-benar diterima warga yang dinilai layak dan membutuhkan perhatian pemerintah desa. 

“Penyaluran BLT DD ini telah melalui Musdessus dan diputuskan bersama sesuai ketentuan berlaku. Kami berharap bantuan dipergunakan untuk kebutuhan pokok sehingga dapat membantu meringankan beban ekonomi penerima manfaat,” ujar Kades Edi. 

Pemdes Kersoharjo juga menerapkan pelayanan jemput bola bagi penerima yang tidak dapat hadir di balai desa. Aparat desa mendatangi rumah warga yang sakit maupun mempunyai kebutuhan khusus agar bantuan tetap tersalurkan tepat sasaran. 

Langkah tersebut dilakukan supaya seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya tanpa kendala. Selain mempercepat distribusi bantuan, cara itu dinilai lebih manusiawi karena kondisi penerima berbeda dan membutuhkan perhatian khusus pemerintah desa setempat. 

Edi menambahkan, bantuan tunai dari Dana Desa diharapkan tidak digunakan untuk kebutuhan yang kurang penting. Pihaknya mengimbau warga memanfaatkan bantuan demi memenuhi kebutuhan dapur, kesehatan keluarga, hingga biaya pendidikan anak sehari-hari. 

Melalui program BLT DD tersebut, pemerintah desa berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kebutuhan harian yang terus meningkat. Bantuan itu juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga kurang mampu di wilayah pedesaan. 

Pemerintah Desa Kersoharjo memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan berlaku. Dengan pola pelayanan langsung hingga rumah penerima, aparat desa berharap tidak ada penerima manfaat yang terlewat pencairan bantuan. 

Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News  

Pewarta: Asri
Editor : Asy
Foto/iLst : SNm
*** : ----
Copyright : SNM