Seperti diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Edy Junnedy Sik kepada media menjelaskan bahwa dalam pengamanan PAM arus mudik di jalur Mantingan- Ngawi, Ngawi Caruban dan Ngawi –Maospati petugas telah membuat 9 pos pengamanan 1 pos terpadu di Banjarejo Kedunggalar dan pos bintang di perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur di desa Mantingan Ngawi. Untuk anggota polres Ngawi pihaknya menerjunkan 250 personil dengan di back up oleh anggota TNI AD, perhutani, PMK, Satpol PP dan dinas kesehatan sekitar 150 personil.
Sementara seperti tahun sebelumnya wilayah hukum Polres Ngawi di sepanjang jalur mudik sering dijadikan kawanan banjing loncat untuk melakukan aksi kejahatanya sehingga cukup meresahkan pengguna jalan terlebih lagi saat sekarang menjelang arus mudik.
Dengan demikian tegas Kapolres Ngawi bakal menyiapkan puluhan personil dari Brimob dengan keahlian penembak jitu atau sniper untuk ditempatkan di 2 titik wilayah yang dianggap rawan. Para banjing loncat ini biasanya melakukan penjarahan yang dengan sasaran para pemudik.
Harapan Kapolres Ngawi, kepada warga Ngawi yang memiliki tempat-tempat usaha di sepanjang jalur mudik untuk lebih waspada dan meningkatkan pengaman diri. Pasalnya, saat sekarang masih marak kasus pencurian dengan pemberatan dengan kejadian di perlintasan jalur Jawa Timur – Jawa Tengah seperti halnya kasus percobaan perampokan di Desa Grudo, Kecamatan Ngawi Kota kemarindan sampai sejauh ini siapa komplotan yang ingin merampas harta milik warga keturunan tersebut belum terungkap. (pr)
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda